-->

Infrastruktur Jalan dan Jembatan sebagai Pendorong Ekonomi Aceh

27 April, 2023, 22.30 WIB Last Updated 2023-04-28T10:30:30Z
INFRASTRUKTUR atau prasarana adalah seluruh struktur dan juga fasilitas dasar, baik itu fisik maupun sosial seperti bangunan, pasokan listrik, irigasi, jalan, jembatan dan lain sebagainya yang dibutuhkan untuk operasional aktifitas masyarakat  maupun perusahaan. (INDHARTO). Infrastruktur merupakan salah satu bagian dari modal fisik. Apabila suatu negara mempunyai lebih banyak peralatan dan infrastruktur, maka negara tersebut mempunyai kemampuan produksi yang lebih besar (Case and Fair, 2007). 

World Bank (1994) juga menggolongkan infrastruktur menjadi 3 golongan yaitu:

Infrastruktur ekonomi, merupakan pembangunan fisik yang menunjang aktivitas ekonomi, meliputi public utilities (telekomunikasi, air bersih, sanitasi, gas), public work (jalan, bendungan, irigasi, drainase) dan sektor transportasi (jalan raya, rel kereta api, pelabuhan, lapangan terbang). 

Infrastruktur sosial, merupakan infrastruktur yang mengarah kepada pembangunan manusia dan lingkungannya seperti pendidikan, kesehatan, perumahan, dan rekreasi.

Infrastruktur administrasi, merupakan infrastruktur dalam bentuk penegakan hukum, kontrol administrasi dan koordinasi.

Infrasruktur tranportasi memiliki peran pendorong kemajuan suatu wilayah. Dikarenakan sangat berpengaruh pada pergerakan masyarakat. Dimana tanpa adanya jalan atau jembatan masyarakat sangat susah untuk melakukan aktifitas seperti pergi berkerja, melakukan penjualan dipasar dan tidak bisa melakukan distributor barang ke suatu wilayah, juga dapat menekan harga barang, dan dapat menjalankan roda perekomomian. Jika infrastruktur jalan dan jembatan ada dan bagus di suatu wilayah maka juga  dapat menumbuhkan perekomomian wilayah tersebut dan dapat mendatangkan perusahaan untuk berinvestasi di wilayah tersebut. 

Dampak Pembangunan Jembatan Lamreung-Limpok Bagi Masyarakat Sekitar

Jembatan Lamreung-Limpok yang berada di Aceh Besar, Aceh. Jembatan yang di resmikan Gubernur sebelumnya yaitu Nova Iriansyah pada Februari 2019. Sebelum ada jembatan itu daerah Limpok sangat jarang di lalui oleh pengendara mobil maupun motor di karenakan infrastruktur jalan sangat rusak untuk di lalui dan pengguna jalan lebih melilih melalui daerah Lamreung. Di kawasan limpok juga terdapat sawah-sawah. Para petani yang berasal dari kawasan lamreung harus melalui jembatan Lamnyong  atau Cot Iri untuk pergi ke sawah mereka yang berada di daerah Limpok dan memakan biaya lebih untuk tranportasi.

TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM 

Sejak peresmian jembatan tersebut, wilayah Limpok banyak di lalui oleh warga Tungkop dan sekitarnya yang ingin ke Ulee Kareng atau sebaliknya dan juga para mahasiswa yang ingin menuju ke kampus. Warga sekitar jembatan mengambil kesempatan untuk membuka usaha dari warung kopi, kios dan warung nasi sehingga menciptakan pertumbuhan ekonomi rakyat. Tidak hanya perekonomian tetapi juga membantu pertanian.

Kita dapat melihat efek dari sebuah infrastruktur jembatan Lamreung-Limpok sangat memiliki peran unruk memajukan ekonomi di wilayah sekitar. Tetapi jembatan tersebuat sangat lama untuk berdiri seperti sekarang. Butuh waktu kurang lebih 10 tahun untuk jembatan tersebut dapat berdiri tegak dan digunakan oleh masyarakat. Infrastruktur jalan dan jembatan sangat membantu ekonomi kecil bahkan skala besar sekalipun.

Dampak Infrastruktur Jalan yang Tidak Bisa di Lalui Bagi Perekonomian Aceh

Banjir yang terjadi pada November 2022 di kabupaten Aceh Tamiang, Aceh mengakibatkan jalan Medan-Banda Aceh lumpuh total. Banjir setinggi 1,5 meter membuat banyak kendaraan baik roda dua maupun roda empat tidak berani menerobos  banjir karena akan membuat kendaraan yang menerobos banjir mogok. Mobil truk pembawa logistik dan barang-barang kelontong tidak berani melitas karena takut barang bawaannya basah. 

Akibat dari peristiwa itu  barang-barang logistik seperti barang pokok, barang kelontong, pupuk dan lain-lain tidak bisa masuk ke Aceh. Sehingga mengakibatkan beberapa harga bahan pokok di Aceh naik bahkan kosong. Kejadian ini membuat masyarakat Sumatera Utara yang ingin ke Aceh melalui jalur darat tidak bisa masuk ke Aceh sehingga membuat perokomian Aceh terganggu.

Dari beberapa peristiwa diatas, pemerintah Aceh dapat membuat infrastruktur Aceh menjadi lebih baik lagi agar dapat membuat perekonomian  Aceh lebih maju lagi. Apa lagi Aceh memiliki dana Otsus yang dapat di upayakan kebidang infrastruktur jalan atau jembatan untuk membantu perekonomian kerakyatan maupun skala besar. Pemerintahan Aceh dapat membangun atau pemperbaiki jalan-jalan yang rusak secepat mungkin jangan menunggu viral baru kemudian di perbaiki. Infrastruktur jalan dan jembatan sangat memberi efek kepada masyarakat sekitar jalan atau jembatan tersebut atau pengguna jalan tersebut. Bagusnya infrastruktur di Aceh itu dapat membuat perekomian dan pariwisata di Aceh semakin maju sehingga Aceh tidak lagi menjadi provinsi termiskin di Sumatera. 

Penulis: Alda Khusairi (Mahasiswa Ilmu Politik, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh)
Komentar

Tampilkan

Terkini