-->

Jokowi Hutang dengan Cina Untuk Pembangunan Negara, Apakah Benar?

21 April, 2023, 07.18 WIB Last Updated 2023-04-21T00:18:09Z
PRESIDEN JOKO WIDODO adalah presiden yang mendapat amanah untuk 2 periode dalam masa jabatannya sebagai presiden. Saat kampanye untuk periode ke-2 Presiden Joko Widodo pernah berjanji untuk menolak utang luar negeri, dan Jokowi menolak untuk lanjut berhutang Dengan International Monetary Find (IMF).  Dengan tujuan untuk membuat Indonesia lebih mandiri dalam hal ekonomi dan dapat mengurangi beban utang setiap tahun. Namun ternyata Indonesia tetap tidak luput dari utang luar negeri dengan angka yang sudah mencapai US$210,8 miliar pada Januari 2021.

Tidak dapat dipungkiri negara Indonesia era pemerintahan Joko Widodo banyak sekali infrastruktur-infrastruktur yang baru dibangun seperti jalan tol, pemindahan ibu kota dan lain lainnya.Dalam melakukan dan mengelola utang/pinjaman, pemerintah mempunyai aturan yaitu undang-undang, best practices, dan prinsip kehatian-hatian. Utang negara juga digunakan dalam rangka mendukung pembangunan nasional, disepakati bersama antara pemerintah dan DPR RI saat membahas dan menetapkan APBN.

TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM

Mungkin banyak dari kalangan masyarakat tidak mengetahui  fungsi sebenarnya utang tersebut.  Hutang tersebut berfungsi sebagai instrumen pembangunan karena pembangunan nasional membutuhkan dana yang besar yang dicantumkan dalam APBN. Sumber penerimaan untuk mendanai pengeluaran APBN berasal dari pendapatan negara dan penerimaan pembiayaan. Pendapatan negara berasal dari perpajakan, Pendapatan negara bukan pajak dan hibah. Dan penerimaan pembiayaan berasal dari penerimaan utang, dan pastinya utang negara digunakan dengan bijaksana yang digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan dan Kemakmuran rakyat Indonesia.

Salah satu alasan lagi Jokowi utang ke Cina dikarenakan untuk menambal bengkaknya biaya proyek kereta cepat Jakarta. Salah satu alasan lagi, Jokowi utang keluar negeri dikarenakan untuk menambal bengkaknya biaya proyek kereta cepat Jakarta-Bandung (KCJB) “Kita ini harus pro kepada transportasi massal . Hati hati , jangan pro pada kendaraan pribadi meskipun ini di IIMS (Indonesia International Motor Show),  pro pada transportasi massal," kata Jokowi setelah membuka IIMS, Kamis (16/02/2023).

Penulis: Savira (Mahasiswa Ilmu Politik USK 2021)
Komentar

Tampilkan

Terkini