-->

Dampak Batalnya Indonesia Sebagai Tuan Rumah Piala Dunia U-20

04 Mei, 2023, 15.11 WIB Last Updated 2023-05-04T08:11:12Z
PIALA DUNIA U-20 merupakan suatu Event besar dalam dunia olahraga, khususnya sepak bola. Event yang dilaksanakan dalam kurun waktu tersebut terselanggara selama dua tahun sekali dan pesertanya merupakan negara-negara yang lolos dalam kualifikasi.

Dalam waktu dekat ini piala dunia U-20 akan kembali dilaksanakan yang awalnya Indonesia menjadi tuan rumah, namun harapan itu harus gugur karena ada beberapa elite politik dan tokoh-tokoh yang menolak apabila delegasi Israel ikut bertanding di Indonesia.

Hal ini menjadi pertimbangan pihak FIFA sehinga pada beberapa bulan kebelakang FIFA secara resmi membatalkan Indonesia sebagai tuan rumah dan menunjuk Argentina sebagai tuan rumah pengganti Indonesia.

Hal ini pastinya banyak mendatangkan kekecewaan yang mendalam bagi masyarakat Indonesia itu sendiri, karena ini merupakan harapan emas bagi Indonesia untuk pertama kali ikut serta dalam event tertinggi dalam sepakbola, namun harus sirna.

TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM 

Bukan hanya itu, namun juga banyak sekali kerugian di sektor ekonomi yang kita alami. Yang mana jika piala dunia U-20 tetap dilaksanakan di Indonesia, diperkirakan Indonesia akan mendapatkan keuntungan triliunan rupiah dari penjualan barang-barang maupun jasa. Namun harapan itu juga harus sirna. Kerugian tersebut terjadi antara lain pada penjualan merchandise, transportasi, penginapan dan pariwisata.

Tidak hanya ekonomi, namun dibidang politik juga berdampak, yang mana kita ketahui juga sebentar lagi mendekati tahun politik dan pilpres, pastinya ada kepentingan dari elite politik terhadap pembatalan Indonesia sebagai tuan rumah piala dunia U-20. Namun kita sebagai masyarakat tidak tahu secara konkrit kepentingan apa yang di inginkan.

Saya beranggapan jika Indonesia tetap menjadi tuan rumah piala duia U-20 dan Israel tetap ikut serta, maka ini akan menjadi polemik dalam masyarakat. Dan isu ini juga dapat di propagandakan menjadi salah satu untuk menggunakan politik identitas dan akan menguntungkan beberapa pihak elite politik.

Penulis: Iqbal Khussy Padang (Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Syiah Kuala)
Komentar

Tampilkan

Terkini