-->








Pj Bupati dan Dandim Abdya Lepaskan Puluhan Ribu Benih Ikan

20 Februari, 2024, 14.18 WIB Last Updated 2024-02-27T07:27:04Z

LINTAS ATJEH | ABDYA - Sebanyak 10 ribu benih ikan nila dilepas di sepanjang aliran sungai Krueng Beukah tepatnya di bendungan Irigasi, Gampong Panton Raya, Kecamatan Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Selasa (20/2/2024).

Pelepasan bibit ikan air tawar itu dilepas langsung oleh Pj Bupati Abdya Darmansah, dan Dandim baru 0110 Abdya, Letkol Inf Beni Maradona dan mantan Dandim 0110 Abdya, Letkol Inf Roqich Hariadi.


Selain unsur Forkompinda Abdya, dalam pelepasan benih ikan nila tersebut turut dihadiri oleh lima Keuchik dalam Kemukiman Kuta Tinggi, diantaranya keuchik Gampong Geulumpang Payong, Kuta Tinggi, Mata Ie, Babahlung dan keuchik gampong Panton Raya.


Ketua Forum Keuchik kecamatan Blangpidie, Junaidi mengatakan, dari 10 ribu benih ikan nila yang dilepas di sepanjang aliran sungai krueng beukah diantaranya 5 ribu dari keuchik Se-Kemukiman Kuta Tinggi dan 5 ribu lagi merupakan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Kodim 0110 Abdya yang ke-1019.


"Jadi untuk 5 ribu benih ikan nila ini dibeli menggunakan Dana Desa (DD) tahun anggaran 2024, dari setiap desa dalam Kemukiman Kuta Tinggi," ungkap Junaidi yang juga keuchik gampong Mata Ie.


Selain pelepasan benih ikan nila, kata Junaidi, kegiatan tersebut juga dibarengi dengan penanaman dua ribu bibit pohon yang di prakarsai dalam program Komunitas Untuk Iklim (Proklim) tahun 2024 pada Dinas Perumahan Rakyat Kawasan, Permukiman dan Lingkungan Hidup (Perkim-LH) Abdya.


TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM


"Jenis bibit pohon yang ditanam yaitu jengkol, petai, asam Jawa, jambu biji dan pohon jamblang. Penanaman pohon tersebut dilakukan di 15 kampung Proklim termasuk lima desa di Kemukiman Kuta Tinggi dan lokasi penanaman pohon ini dilaksanakan secara simbolis di lima desa dalam kemukiman kita," jelasnya.


Junaidi menyebutkan, kegiatan pelepasan benih ikan dan penanaman pohon di sepanjang aliran sungai krueng beukah merupakan yang kedua kalinya sejak tahun 2023 lalu hingga tahun 2024 dengan tujuan guna melestarikan ekosistem sungai dan penghijauan desa sehingga dampak polusi berkurang.


"Tentunya kami keuchik dalam Kemukiman Kuta Tinggi berharap agar masyarakat bisa menjaga kelestarian sungai dan alam  dengan cara merawat. Kemudian kita juga meminta supaya masyarakat tidak menangkap ikan dengan cara-cara salah seperti dengan menyetrum dan mengontak," harapnya.


Guna mengantisipasi adanya penangkapan ikan dengan cara yang salah, kata Junaidi, seluruh keuchik se kemukiman Kuta Tinggi sudah melakukan sosialisasi dan menempelkan larangan-larangan agar masyarakat tidak menangkap dan mengambil ikan dengan cara-cara salah.


"Alhamdulillah, sekarang masyarakat kita sudah banyak sadar dan tidak lagi menangkap ikan dengan cara salah, dan kita juga berharap semoga benih ikan ini dapat tumbuh dan terus berkembang di sepanjang aliran sungai krueng beukah," katanya.[Ak]

Komentar

Tampilkan

Terkini