Dalam situasi penuh keterbatasan tersebut, TNI hadir membawa harapan. Dandim 0113/Gayo Lues, Letkol Arm Fran Desiafan Eka Saputra, S.H., dengan penuh kepedulian memerintahkan agar pembangunan jembatan gantung segera diselesaikan. Sebab, yang dipertaruhkan bukan sekadar akses jalan, melainkan keselamatan dan masa depan masyarakat.
Jembatan gantung ini menjadi satu-satunya penghubung bagi warga Tripe Jaya. Setiap hari, jembatan ini dilalui masyarakat untuk bekerja, beraktivitas, serta menjadi jalur penting bagi anak-anak menuju sekolah. Tanpa jembatan yang layak, mereka terpaksa menghadapi risiko besar menantang bahaya demi tetap bertahan dan belajar.
TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM
Menindaklanjuti perintah tersebut, Personel Koramil 06/Tripe Jaya bersama Personel Yon TP 855/Raksaka Dharma, dipimpin oleh Bati Tuud Koramil 06/Tripe Jaya, Serma Sutrisno, bahu-membahu membangun jembatan gantung di tiga desa yang paling terdampak antaranya: Desa Rerebe, Desa Setul, dan Desa Uyem Beriring, Minggu (25/01/2026).
Pembangunan jembatan ini bukan sekadar kerja fisik, Di setiap ayunan palu dan bentangan tali, terselip doa dan harapan masyarakat agar kehidupan mereka kembali berjalan normal. Bagi warga, jembatan ini adalah jalan pulang, jalan rezeki, dan jalan menuju mimpi anak-anak mereka.
Kehadiran TNI di tengah masyarakat yang tengah berduka menjadi penguat di saat semua terasa sulit. Tidak hanya membangun jembatan dari besi dan kayu, tetapi juga merajut kembali rasa aman, kebersamaan, dan keyakinan bahwa mereka tidak sendirian menghadapi cobaan.
Dari pelosok Gayo Lues, jembatan harapan itu kini kembali berdiri menjadi saksi bahwa di saat rakyat berada dalam kesulitan, negara hadir melalui tangan-tangan prajuritnya, menjaga dan menguatkan mereka yang nyaris kehilangan harapan. [Is]
