LINTAS ATJEH | ACEH TAMIANG - Warga Huntara Simpang IV dan sekitarnya dihebohkan dengan aksi ribut-ribut pada waktu dinihari (19/03/2016) yang terjadi di sekitaran Gerbang masuk Huntara itu.
Berdasarkan pantauan awak media LintasAtjeh.com pada malam itu telah terjadi pengeroyokan antar pemudaDesa Simpang IV oleh warga Huntara Simpang IV khususnya penghuni Huntara yang berasal dari Vetnam (Desa Suka Jadi Kec. Karang Baru) yang menghuni Huntara diarah masuk gerbang Huntara.
Berdasarkan keterangan dari salah seorang pemuda yang hadir pada malam itu, bahwa salah satu pemuda Dusun Keluarga Desa Simpang IV yang berusia 20 tahun dengan inisial (M) telah dikeroyok oleh warga Vetnam, sehingga mengalami luka yang sengat serius pada bagian kepalanya dan terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Medan.
"Anak kampung kami (Desa Simpang IV) dikeroyok bang sama orang Huntara yang dari Vetnam ini, kepalanya pecah, sekarang udah dibawa kerumah sakit bang, yang ngeroyok bukan cuma anak mudanya aja bang, emak-emaknya ikut ngeroyok bang, kami gak Terima bang," ungkap salah seorang pemuda dilokasi kejadian
Buntut dari peristiwa pengeroyokan tersebut para pemuda Desa Simpang IV yang tidak terima beramai-ramai melakukan sweping di blok Huntara untuk mencari pelaku pengeroyokan berniat menuntut tanggung jawab pelaku.
TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM
Namun dalam pencarian tersebut mereka para pemuda desa Simpang IV tidak menemukan pelaku yang diduga bersembunyi di dalam Huntara, dan dilindungi oleh warga Huntara Vetnam, sehingga keadaan tersebut membuat pemuda Desa Simpang IV semakin marah.
Tak lama setelah masa pemuda Simpang IV melakukan sweping ke Blok Huntara untuk mencari pelaku pengeroyokan, tim dari Kepolisian yang didampingi oleh Datok Penghulu segera tiba kelokasi dengan melakukan mediasi bersama pemuda Simpang IV.
Untuk menghindari amukan masa yang sudah marah, Tim dari kepolisian segera mengamankan para terduga pelaku pengeroyokan yang ke Mako Polres Aceh Tamiang.
Menjelang sahur, massa segera membubarkan diri secara tertib setelah Tim Polres Aceh Tamiang membawa terduga pelaku pengeroyokan dengan mobil PJR, dimana jumlah terduga pelaku lebih dari dua orang.
Hingga berita ini diterbitkan belum ada keterangan resmi baik dari pihak pemerintah desa Simpang IV maupun dari pihak Kepolisian, terkait penyebab terjadinya pengeroyokan maupun perkembangan penanganan kasus tersebut.[GA]

.jpg)

