-->


Grand Launching Uteuën Kupi, Hadirkan Ruang Kopi dan Diskusi Lingkungan di Kutablang

25 Mei, 2026, 11.19 WIB Last Updated 2026-05-25T04:23:51Z
LINTAS ATJEH | BIREUEN - Warung kopi Uteuën Kupi resmi dibuka melalui grand launching pada Senin (25/05/2026)  Berlokasi di Ruko kawasan jalan nasional Kecamatan Kutablang, kehadiran Uteuën Kupi tidak hanya menjadi tempat menikmati kopi, tetapi juga diharapkan menjadi ruang berkumpul, berdiskusi, dan berbagi gagasan tentang pelestarian lingkungan serta keberlanjutan lahan basah di Aceh.

Manajer Uteuën Kupi, Muhammad Yunus (48) yang juga merupakan bagian tim Aceh Wetland Foundation (AWF), mengatakan ide membuka usaha tersebut muncul dari melihat tingginya aktivitas masyarakat di jalur nasional Kutablang yang semakin padat, terlebih di tengah proses perbaikan jalan dan meningkatnya mobilitas warga.

Menurutnya, Uteuën Kupi lahir dari semangat yang tumbuh di Camp Uteuën, sebuah bangunan sederhana dari papan kayu di Lorong Pang Akop, Gampong Blang Mee, Kecamatan Kutablang. Tempat itu selama ini menjadi sekretariat AWF sekaligus pusat aktivitas UMKM Beujroh yang fokus pada produk berbasis sumber daya lahan basah.

“Camp Uteuën sebelumnya menjadi tempat berkumpul tim peduli lingkungan dan pusat kegiatan UMKM Beujroh. Namun beberapa bulan lalu lokasi tersebut terdampak banjir hidrometeorologi Aceh karena berada di kawasan dekat Sungai Peusangan,” ujar Muhammad Yunus.

Banjir tersebut berdampak cukup besar terhadap aktivitas lembaga dan UMKM. Sejumlah fasilitas ikut terdampak, mulai dari perangkat komputer hingga alat produksi milik UMKM Beujroh seperti mesin pembuatan piring situk dan perlengkapan kerajinan tas purun yang memanfaatkan tanaman dari kawasan lahan basah Paya Nie serta beberapa bibit tanaman yang juga hilang .

Dari pengalaman menghadapi bencana itu, lahirlah Uteuën Kupi sebagai ruang baru yang lebih terbuka bagi masyarakat. Warung yang menyediakan kopi arabika ini diharapkan menjadi tempat nyaman untuk bersantai, bertemu, dan berdiskusi lintas kalangan.

TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM

Lebih dari sekadar tempat usaha, Uteuën Kupi juga dirancang sebagai ruang edukasi dan diskusi rutin mengenai isu lingkungan, tata ruang wilayah (RTRW), konservasi lahan basah, mitigasi bencana, hingga penguatan ekonomi masyarakat berbasis alam.

Ke depan, Uteuën Kupi juga berencana menghadirkan sejumlah program edukatif seperti diskusi mingguan tentang lingkungan, kelas mengenal lahan basah bagi pelajar dan mahasiswa, pemutaran dokumenter alam, hingga pameran produk UMKM ramah lingkungan hasil olahan masyarakat sekitar.

Selain itu, pengunjung nantinya juga dapat terlibat dalam gerakan sederhana seperti menanam pohon, kampanye mengurangi sampah plastik, hingga berbagi ide tentang pemanfaatan alam secara berkelanjutan.

Petugas warung juga merupakan bagian dari tim AWF, sementara sekretaruat kantor lembaga tersebut berada di lantai dua Uteuen Kupi, sehingga aktivitas pelayanan usaha dan edukasi lingkungan dapat berjalan beriringan.

Melalui Uteuën Kupi, Muhammad Yunus berharap tumbuh ruang dialog yang lebih dekat dengan masyarakat agar kepedulian terhadap lingkungan, kawasan lahan basah, serta upaya mitigasi bencana semakin kuat.

“Warung kopi ini kami harapkan menjadi tempat berkumpul yang bermanfaat, tempat menikmati kopi sekaligus ruang bertukar pikiran tentang alam dan lingkungan yang perlu kita jaga bersama. Dari warung kopi sederhana ini kami ingin lahir ide-ide kecil yang memberi dampak besar bagi alam dan masyarakat,” tutupnya.[*/Red]
Komentar

Tampilkan

Terkini