-->

Jumat Penuh Berkah di SD Negeri 2 Dewantara, Pembiasaan Yasin dan Tausiah Perkuat Karakter Religius serta Budaya Literasi Peserta Didik

24 Juli, 2026, 09.24 WIB Last Updated 2026-07-24T02:32:34Z
LINTAS ATJEH | ACEH UTARA - Pendidikan yang berkualitas tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari keberhasilan membentuk karakter dan akhlak mulia peserta didik. Komitmen tersebut terus diwujudkan oleh SD Negeri 2 Dewantara, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara, melalui program rutin Jumat Yasinan dan Tausiah, yang menjadi bagian dari pembiasaan karakter religius di lingkungan sekolah.

Setiap Jumat pagi, sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai, seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan berkumpul mengikuti pembacaan Surah Yasin yang dipimpin oleh Guru Pendidikan Agama Islam (PAI), Tgk. Faisal, S.Pd.I. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tausiah singkat yang mengajak peserta didik untuk mencintai Al-Qur'an, menghormati orang tua dan guru, menjaga akhlak, disiplin, kejujuran, serta semangat belajar.

Suasana yang khusyuk dan penuh kekeluargaan tampak menyelimuti halaman sekolah. Para siswa mengikuti rangkaian kegiatan dengan tertib dan antusias sebagai bagian dari pembentukan karakter yang dilakukan secara berkelanjutan.

Kepala SD Negeri 2 Dewantara, Nanda Indah Sari, S.Pd., M.A.P., mengatakan bahwa pendidikan karakter merupakan fondasi utama dalam mencetak generasi masa depan yang unggul. Karena itu, sekolah terus membangun budaya positif melalui pembiasaan kegiatan keagamaan yang dilakukan secara konsisten.

"Kami ingin sekolah menjadi tempat yang tidak hanya mencerdaskan anak-anak, tetapi juga membentuk pribadi yang beriman, berakhlak mulia, disiplin, dan memiliki kepedulian sosial. Pembiasaan membaca Surah Yasin dan mendengarkan tausiah setiap Jumat merupakan ikhtiar kami untuk menanamkan nilai-nilai tersebut sejak dini," ujar Nanda Indah Sari, Jumat, 24 Juli 2026.

TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM

Dedikasi Nanda Indah Sari dalam dunia pendidikan bukanlah hal baru. Ia dikenal sebagai salah satu mantan Fasilitator Daerah (Fasda) Program USAID PRIORITAS yang turut berperan dalam pengembangan Buku Bacaan Berjenjang (B3) sekitar delapan tahun silam. Pengalaman tersebut terus ia implementasikan dalam memimpin sekolah dengan memperkuat budaya literasi, pembelajaran yang aktif, serta pendidikan karakter sebagai satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.

Sementara itu, Tgk. Faisal, S.Pd.I. menyampaikan bahwa tausiah yang diberikan setiap pekan bukan sekadar ceramah, melainkan menjadi media pembinaan spiritual agar peserta didik terbiasa mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, pembentukan karakter harus dilakukan melalui keteladanan dan pembiasaan yang berkesinambungan sehingga nilai-nilai agama tidak hanya dipahami, tetapi juga menjadi bagian dari perilaku anak-anak, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.

Program Jumat Yasinan dan Tausiah yang dilaksanakan secara rutin ini menjadi salah satu wujud nyata sinergi antara pendidikan akademik, pendidikan karakter, dan penguatan spiritual di SD Negeri 2 Dewantara. Sekolah berharap, melalui pembiasaan tersebut akan lahir generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki integritas, akhlak yang mulia, kecintaan terhadap Al-Qur'an, serta semangat belajar yang tinggi dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

Dengan kepemimpinan yang visioner serta dukungan seluruh dewan guru, SD Negeri 2 Dewantara terus berupaya menghadirkan lingkungan belajar yang inspiratif, religius, dan berbudaya literasi, sehingga menjadi contoh bahwa pendidikan karakter adalah investasi terbaik untuk masa depan bangsa.[*/Red]
Komentar

Tampilkan

Terkini