Turnamen bulutangkis Takengon Open Aceh 2026, dalam rangka memperingati anniversary ke-2 tahun DSC tersebut, berlangsung di Gedung Olahraga (GOR) DSC, Minggu malam (16/08/2026).
Coach SBC Abdya, Fatandra sapaan akrab Hendra Saputra mengatakan, prestasi yang dicapai atletnya itu, merupakan bentuk kedisiplinan sejak berlatih.
Ia menambahkan, dari lima atlet SBC yang mengikuti turnamen tersebut, dengan kategori, tunggal taruna, pemula, anak-anak, usia dini, dan pra usai dini. Hanya satu orang yang mampu meraih kemenangan.
"Prestasi yang diraih hari ini selain dari ketekunan dari latihan juga berkat doa dan dukungan dari masyarakat Abdya khususnya," sebut Fatandra.
Ia berpesan, agar anak didiknya terus mengasah kemampuan dan percaya dengan kemampuan sendiri dalam arena pertarungan. Karena, salah satu kunci keberhasilan atlet, selain mendengarkan arahan pelatih kedisplinan juga harus diutamakan.
Prestasi yang diraih Ghufran hari ini, kata Fatandra, merupakan kemenangan yang sudah dipersiapkan sejak mengikuti latihan yang matang.
"Selaku pelatih tentu saya bangga dengan prestasi yang sudah diraih atlet SBC Abdya, yang belum bisa meraih kemenangan jangan berkecil hati. Karena masih banyak kesempatan dimasa yang akan datang, terus berlatih untuk menjadi yang terbaik diantara yang baik," ujarnya.
Diketahui, Ghufran Alfariq putra asli Abdya itu merupakan anak dari pasangan suami-istri (Pasutri) Edi Sutrisno dan Jummaliani, ia baru-baru ini pernah meraih juara III di ajang Sirprov Sumut.[Ak]

