LINTAS ATJEH | BIREUEN - Semangat gotong royong mewarnai kegiatan Jumat Bersih di Kecamatan Pandrah, Kabupaten Bireuen, Aceh, Jumat (11/9/2026). Aparatur kecamatan, jajaran Polsek Pandrah, para keuchik, guru dan siswa sejumlah sekolah turun bersama membersihkan semak belukar serta ranting di samping sepanjang Jalan Perjuangan yang menghubungkan Gampong Reudeup dan Gampong Alue Igeuh.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung Camat Pandrah Juanda Abdullah, SE, MM, bersama Kapolsek Pandrah Ipda Muhammad Andi Nova, SH, MH, Ketua Apdesi Pandrah Khairi Agani, serta unsur masyarakat dan sekolah.
Juanda mengatakan Jumat Bersih kali ini sengaja dipusatkan di jalur tersebut karena bagian sisi jalan masih dipenuhi semak dan ranting.
“Jumat Bersih kali ini kami arahkan ke Jalan Perjuangan karena kondisi di sisi jalan masih banyak semak dan ranting. Kami ingin kawasan ini segera tertata dan nyaman dilalui, sekaligus menumbuhkan rasa memiliki untuk bersama-sama merawatnya,” kata Juanda.
Ia menambahkan, keterlibatan aparatur pemerintahan, kepolisian, perangkat gampong, guru dan pelajar merupakan bentuk kebersamaan dalam menjaga fasilitas yang nantinya digunakan masyarakat.
Jalan Perjuangan memiliki panjang sekitar 500 meter dengan lebar 4,5 meter. Jalur tersebut dinilai strategis karena berada di kawasan sejumlah fasilitas publik.
Aksesnya terhubung dengan Jalan Nasional Banda Aceh–Medan, tepatnya di sebelah timur Kantor Camat Pandrah dan sebelah barat Mapolsek Pandrah. Selanjutnya jalur mengarah ke kawasan SMA dan SMP, kemudian menuju Kantor Keuchik dan Mukim yang berada di belakang Kantor Camat, sebelum melingkari kawasan Kantor Camat dan kembali terhubung dengan jalan nasional.
“Posisinya cukup strategis karena menghubungkan kantor pemerintahan, kepolisian, sekolah serta kantor keuchik dan mukim. Keberadaan jalur ini tentu akan membantu mobilitas masyarakat dan memperpendek akses di kawasan tersebut,” ujar Juanda.
Bersamaan dengan kegiatan gotong royong, pihak Kecamatan Pandrah melakukan pengukuran untuk memastikan dimensi jalan. Hasil pengukuran sementara menunjukkan panjang sekitar 500 meter dengan lebar 4,5 meter.
Juanda menjelaskan, pengukuran tersebut merupakan bagian dari penataan administrasi dan menjadi dasar untuk penyusunan berita acara serta dokumen pendukung lainnya.
TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM
“Administrasinya harus kita pastikan dengan baik. Ukuran, kondisi dan data lainnya perlu dicatat secara jelas sehingga seluruh proses memiliki dokumentasi dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari,” jelasnya.
Menurut Juanda, keberadaan kembali Jalan Perjuangan sebagai akses masyarakat merupakan hasil dari proses komunikasi dan musyawarah yang melibatkan berbagai pihak.
Ia menyebut proses tersebut membutuhkan banyak pertemuan untuk mencari jalan keluar terbaik dan menyatukan pandangan para pihak.
“Bagi kami, ini bukan hanya soal akses jalan, tetapi bagaimana semua pihak bisa duduk bersama mencari solusi. Setelah melalui berbagai pertemuan dan musyawarah, akhirnya kita sampai pada kondisi seperti sekarang,” ungkapnya.
Juanda menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, khususnya jajaran Polsek Pandrah, Apdesi, Wakapolres Bireuen dan Kapolres Bireuen.
Ia juga mengapresiasi Bupati Bireuen H. Mukhlis, ST, yang menurutnya memberikan dukungan cepat, termasuk pengerahan alat berat dalam proses penanganan jalur tersebut.
“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, mulai dari jajaran kepolisian, Apdesi hingga pimpinan Polres Bireuen. Kami juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Bireuen yang cepat merespons dan memberikan dukungan, termasuk melalui alat berat,” katanya.
Juanda berharap penanganan Jalan Perjuangan dapat terus dilanjutkan hingga peningkatan kualitas badan jalan.
“Kami berharap prosesnya tidak berhenti di sini. Mudah-mudahan ke depan dapat dilanjutkan sampai selesai dan jalan ini bisa diaspal, sehingga semakin nyaman dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” harapnya.
Kegiatan Jumat Bersih berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan. Aparatur pemerintah, kepolisian, perangkat gampong, guru dan siswa bahu-membahu membersihkan ranting serta semak yang tumbuh di sepanjang sisi jalan.

