Pantauan LintasAtjeh di lokasi kejadian, Kobaran api membumbung sangat tinggi dari area pengeboran tradisional, akibat dari tragedi tersebut menghanguskan wilayah di sekitarnya, serta memicu kepanikan warga yang tinggal di sekitar kawasan gampong.
Walaupun sempat mengalami kesulitan untuk mengendalikan api, Tim Pemadam kebakaran Aceh Timur yang turun ke lokasi berjibaku untuk memadamkan api. Hambatan utama di lapangan meliputi akses jalan yang cukup curam di tengah perkebunan kelapa sawit serta keterbatasan sumber air untuk pemadaman.
Hingga berita ini ditayangkan, belum ada keterangan resmi mengenai penyebab pasti, jumlah korban jiwa, maupun total kerugian material akibat kebakaran hari ini.
TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM
Sementara itu, tragedi kebakaran sumur ilegal di wilayah Kecamatan Darul Ihsan tersebut mulai muncul isue adanya pungutan liar untuk beberapa oknum dari 2 instansi pemerintah dengan dalih uang koordinasi keamanan sebesar 70.000 rupiah per drum.
"Kemana dan bagaimana tanggung jawab para oknum yang mengabil uang untuk koordinasi keamanan itu? Sudah 2 bulan mereka ambil uang yang jumlahnya begitu besar, tapi mereka tidak muncul saat terjadi kebakaran," ujar salah seorang warga yang tidak ingin disebutkan namanya saat diwawancarai LintasAtjeh.com.
"Sedikitnya 600 drum per hari minyak keluar dari area penambangan minyak disini, dan uang koordinasi kepada oknum itu diberikan per minggu," jelasnya. [Sm]
