-->

Dua Excavator Dikerahkan Normalisasi Krueng Leubu, Cot Tufah dan Lhok Mambang

24 Oktober, 2026, 15.02 WIB Last Updated 2026-10-24T08:02:02Z
LINTAS ATJEH | BIREUEN - Dua unit excavator bantuan Kementerian Dalam Negeri melalui BPBD Kabupaten Bireuen mulai dikerahkan untuk menormalisasi aliran Sungai Krueng Leubu di Kecamatan Gandapura, Sabtu (24/10/2026). Penanganan ini diprioritaskan untuk mengurangi risiko luapan air yang mengancam areal persawahan warga, terutama saat curah hujan tinggi.

Satu unit excavator ditempatkan di Gampong Cot Tufah dan satu unit lainnya di Gampong Lhok Mambang. Kedua titik ditangani secara bersamaan guna mempercepat normalisasi, khususnya pada aliran sungai ke arah utara yang bersinggungan dengan wilayah Lhok Mambang dan Blang Keudee.

Sungai Krueng Leubu memiliki peran penting bagi masyarakat di kawasan Kecamatan Gandapura dan Kecamatan Makmur. Kondisi alirannya menjadi perhatian karena berkaitan langsung dengan perlindungan areal persawahan dan aktivitas pertanian masyarakat di kedua wilayah tersebut.

Camat Gandapura, Birul Walidin, S.STP., M.Ec.Dev., turut hadir saat penurunan alat berat. Ia menekankan pentingnya percepatan penanganan di kedua lokasi agar pekerjaan normalisasi segera memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya para petani.

kepala BPBD Kabupaten Bireuen, Ir. Marwan, ST., MT., melalui Fauzan, S.Pd., MM., yang bertanggung jawab atas pelaksanaan pekerjaan alat berat, menjelaskan bahwa normalisasi difokuskan pada titik-titik rawan. Pekerjaan dengan panjang penanganan sekitar dua kilometer itu ditargetkan berlangsung selama kurang lebih 20 hari, menyesuaikan kondisi di lapangan.

Sementara itu, Ketua Tuha Peut Gampong Cot Tufah, M. Nasir, berharap pekerjaan di wilayahnya dapat diselesaikan lebih cepat.

“Insyaallah, untuk Gampong Cot Tufah, pekerjaan ini ditargetkan selesai dalam seminggu,” ujarnya.

TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM

Sebelumnya, Bupati Bireuen, H. Mukhlis, ST., telah meninjau langsung kondisi Krueng Leubu bersama jajaran terkait untuk melihat tingkat kerusakan aliran sungai serta kebutuhan penanganan. Pengerahan dua excavator ini menjadi tindak lanjut untuk mempercepat normalisasi dan mengurangi risiko luapan air yang dapat mengganggu lahan pertanian masyarakat.

Apresiasi juga disampaikan Ketua Tani Merdeka Indonesia Kecamatan Gandapura, Hasballah Hasan, SE., yang juga menjabat sebagai Keuchik Gampong Cot Tunong. Ia mengapresiasi respons Bupati Bireuen, BPBD, dan seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan Krueng Leubu.

Menurut Hasballah, normalisasi sungai sangat penting untuk mendukung keberlangsungan pertanian masyarakat, terutama petani di kawasan Gandapura yang selama ini menghadapi kekhawatiran terhadap kondisi aliran sungai saat hujan deras.

“Insyaallah, semoga Allah meningkatkan hasil pertanian di Kecamatan Gandapura. Dengan normalisasi Krueng Leubu ini, para petani, khususnya di kawasan Gurugok, dapat lebih tenang menggarap sawah tanpa terus dibayangi kekhawatiran terhadap ancaman luapan air,” ungkapnya.

Ia berharap pekerjaan dilakukan secara optimal agar aliran sungai kembali berfungsi dengan baik dan perlindungan terhadap areal persawahan warga semakin meningkat.

Dalam proses penurunan alat berat, turut hadir Keuchik Gampong Cot Tufah, Asnawi; Keuchik Gampong Lhok Mambang, M. Kansil; Ketua Tuha Peut Gampong Cot Tufah, M. Nasir; Ketua Absesi Makmur, Herizal; serta tim BPBD Bireuen yang terdiri atas Fauzan, Nyakmin, Adi Geurugok, dan operator alat berat.

Pengerahan dua excavator di Gampong Cot Tufah dan Lhok Mambang diharapkan mempercepat normalisasi Krueng Leubu secara tepat sasaran. Upaya ini menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko banjir, melindungi lahan pertanian, serta menjaga keberlangsungan ekonomi masyarakat di Kecamatan Gandapura dan Kecamatan Makmur.[*/Red]
Komentar

Tampilkan

Terkini