LINTAS ATJEH | BIREUEN - Kerusakan Sungai Krueng Leubu di Gampong Cot Tufah, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, kembali menjadi perhatian setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari terakhir. Merespons laporan masyarakat, Bupati Bireuen H. Mukhlis, ST, turun langsung meninjau kondisi sungai, Rabu (21/10/2026), sekaligus menyiapkan langkah penanganan awal melalui pengerahan alat berat.
Peninjauan itu dilakukan Bupati Mukhlis di sela perjalanan pulang dari Lhokseumawe. Meski tidak dalam agenda kunjungan resmi, orang nomor satu di Kabupaten Bireuen tersebut menyempatkan diri melihat langsung kondisi Krueng Leubu yang sebelumnya mengalami abrasi saat banjir dan kini kembali mengalami kerusakan akibat hujan deras.
Kehadiran Bupati di lokasi disambut Keuchik Gampong Cot Tufah, Asnawi, bersama perangkat gampong dan anggota DPRK Bireuen, Hidayatus Siddiq. Dalam kesempatan tersebut, pihak gampong menyampaikan kondisi terkini sungai sekaligus kebutuhan penanganan yang dinilai mendesak untuk mencegah kerusakan semakin meluas.
Berdasarkan laporan Keuchik Asnawi, Sungai Krueng Leubu membutuhkan normalisasi dan penanganan segera, mengingat kerusakan yang kembali terjadi setelah hujan deras berpotensi menimbulkan persoalan lebih besar bagi masyarakat di sekitar aliran sungai.
Menanggapi laporan tersebut, Bupati Mukhlis menyampaikan rencana pengerahan alat berat berupa excavator dalam waktu dekat. Namun, untuk mendukung operasional alat berat tersebut, pihak gampong diminta menyiapkan kebutuhan bahan bakar minyak (BBM).
“Dalam waktu dekat alat berat berupa excavator akan diturunkan, sedangkan untuk biaya minyaknya, gampong memastikan agar alat berat tersebut dapat beroperasi,” demikian arahan Bupati Mukhlis saat meninjau lokasi.
Langkah tersebut diharapkan menjadi upaya awal untuk menangani kerusakan sungai, sekaligus membuka jalan bagi pelaksanaan normalisasi sesuai kondisi dan kebutuhan di lapangan.
TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM
Penanganan Krueng Leubu tidak hanya penting bagi Gampong Cot Tufah dan Kecamatan Gandapura. Sungai tersebut juga berkaitan dengan sejumlah gampong di Kecamatan Makmur sehingga kerusakannya membutuhkan perhatian dan koordinasi lintas wilayah.
Dalam peninjauan tersebut, Bupati turut didampingi Camat Makmur, Asrial Vahmi, S.STP., M.Tr.I.P., yang mengikuti langsung pemantauan kondisi sungai serta kebutuhan penanganannya.
Normalisasi Krueng Leubu diharapkan tidak berhenti pada penanganan sementara. Kerusakan yang kembali terjadi setelah hujan deras menjadi pengingat bahwa infrastruktur pengendalian aliran sungai membutuhkan perencanaan yang berkelanjutan, terutama pada kawasan yang pernah terdampak banjir dan abrasi.
Karena itu, kebutuhan penanganan jangka panjang diharapkan dapat diperjuangkan melalui koordinasi pemerintah daerah, pemerintah gampong, dan DPRK Bireuen agar masuk dalam perencanaan serta penganggaran sesuai mekanisme yang berlaku.
Peninjauan langsung Bupati Mukhlis menjadi respons atas keluhan dan laporan pemerintah gampong mengenai kondisi Krueng Leubu yang kembali bermasalah. Rencana pengerahan excavator menjadi langkah awal yang diharapkan segera ditindaklanjuti untuk mengurangi dampak kerusakan.
Masyarakat kini menantikan realisasi penanganan di lapangan agar kerusakan sungai tidak semakin meluas dan risiko terhadap kawasan sekitar dapat ditekan.
Selain pengerahan alat berat, koordinasi lintas kecamatan dan dukungan perencanaan jangka panjang menjadi faktor penting agar penanganan Krueng Leubu dapat berjalan efektif, tidak sekadar merespons kerusakan setelah hujan deras, tetapi juga memperkuat upaya pencegahan terhadap ancaman banjir dan abrasi pada masa mendatang.[*/Red]
