-->

Tinjau Normalisasi Krueng Leubu, Bupati Mukhlis Kerahkan Dua Excavator Bantuan Kemendagri

26 Oktober, 2026, 19.39 WIB Last Updated 2026-10-26T12:40:32Z
LINTAS ATJEH | BIREUEN - Bupati Bireuen H. Mukhlis, ST, meninjau langsung pekerjaan normalisasi Sungai Krueng Leubu di Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, Senin (26/10/2026). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan dua unit excavator bantuan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui BPBD Kabupaten Bireuen bekerja optimal dalam penanganan pascabanjir dan mengantisipasi ancaman luapan sungai akibat hujan deras.

Dua unit alat berat tersebut masing-masing bekerja di Gampong Cot Tufah, Blang keudee dan Gampong Lhok Mambang. Pekerjaan ini merupakan tindak lanjut dari pengerahan alat berat yang mulai dilaksanakan pada Sabtu (24/10/2026), dengan fokus penanganan pada titik-titik rawan yang berpotensi mengancam areal persawahan masyarakat.

Berdasarkan rilis sebelumnya, normalisasi Krueng Leubu direncanakan mencakup panjang penanganan sekitar dua kilometer dengan target pengerjaan kurang lebih 20 hari, menyesuaikan kondisi di lapangan. Khusus di Gampong Cot Tufah, pekerjaan ditargetkan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar satu minggu.

Saat meninjau lokasi, Bupati Mukhlis bersama rombongan turun langsung dan berjalan kaki hingga ratusan meter menyusuri aliran sungai yang sedang dikerjakan. Ia melihat kondisi lapangan sekaligus memberikan arahan mengenai teknis dan alur pekerjaan agar pelaksanaan normalisasi tepat sasaran serta sesuai dengan kebutuhan di setiap titik.

Bupati menegaskan, pekerjaan normalisasi harus dilaksanakan secara hati-hati, terutama karena kondisi cuaca masih berpotensi diguyur hujan. Pemantauan secara berkala oleh instansi teknis dan pemangku kepentingan setempat sangat diperlukan untuk memastikan pekerjaan berjalan aman dan efektif.

Menurutnya, normalisasi menjadi langkah penanganan awal yang penting untuk memperlancar aliran air dan mengurangi risiko luapan sungai, terutama bagi masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai serta petani yang menggantungkan penghidupan pada lahan persawahan.

“Untuk sementara, kita lakukan normalisasi terlebih dahulu agar kondisi sungai lebih aman dari ancaman banjir dan luapan air. Dengan begitu, masyarakat, khususnya para petani, juga dapat menggarap sawah sesuai musim tanam dan kebutuhan air untuk persawahan tetap terpenuhi,” ujar Mukhlis.

Ia menambahkan, penanganan Krueng Leubu tidak cukup hanya melalui normalisasi sementara. Pemerintah Kabupaten Bireuen akan terus mengupayakan penanganan jangka panjang melalui usulan program kepada pemerintah pusat agar persoalan aliran sungai dapat ditangani secara lebih menyeluruh dan berkelanjutan.

TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM

“Penanganan jangka panjang juga terus kita usulkan melalui program nasional. Kita berharap ada solusi yang lebih permanen sehingga risiko banjir dapat dikurangi dan masyarakat merasa lebih aman,” demikian harapan yang disampaikan dalam peninjauan tersebut.

Pengerahan dua excavator secara bersamaan di Gampong Cot Tufah, Blang keudee dan Gampong Lhok Mambang dimaksudkan untuk mempercepat pekerjaan normalisasi pada kawasan prioritas. Aliran Krueng Leubu memiliki peran penting bagi masyarakat Kecamatan Gandapura dan Kecamatan Makmur, terutama dalam mendukung sistem pengairan dan melindungi lahan pertanian.

sebelumnya, Kepala BPBD Kabupaten Bireuen Ir. Marwan, ST, MT, melalui Fauzan, S.Pd., MM, yang bertanggung jawab atas pelaksanaan pekerjaan alat berat, menjelaskan bahwa normalisasi difokuskan pada titik-titik rawan. Pekerjaan tersebut diharapkan dapat memperbaiki aliran sungai dan mengurangi kekhawatiran petani terhadap ancaman luapan air saat curah hujan tinggi.

Ketua Tani Merdeka Indonesia Kecamatan Gandapura, Hasballah Hasan, SE, yang juga menjabat sebagai Keuchik Gampong Cot Tunong, sebelumnya turut menyampaikan apresiasi atas respons Bupati Bireuen, BPBD, dan seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan Krueng Leubu.

Ia berharap normalisasi dapat dilaksanakan secara optimal sehingga para petani, khususnya di kawasan Gurugok, dapat menggarap sawah dengan lebih tenang tanpa terus dibayangi kekhawatiran terhadap luapan sungai.

Peninjauan Krueng Leubu merupakan bagian dari rangkaian kunjungan Bupati Bireuen bersama jajaran pemerintah daerah ke sejumlah lokasi yang membutuhkan penanganan pascabanjir. Sebelumnya, Bupati juga mengunjungi Kecamatan Juli untuk melihat kondisi salah satu jembatan yang masih dalam tahap pengerjaan.

Dalam peninjauan di Kecamatan Gandapura tersebut, Bupati Mukhlis didampingi Wakil Bupati Bireuen H. Ir. Razuardi, ST, MT; Sekretaris Daerah Kabupaten Bireuen Ismunandar, ST, MT; Kepala BPBD Bireuen Ir. Marwan, ST, MT; serta Kepala Dinas PUPR Bireuen Ir. Fadli Amir, ST, MT, IPM, ASEAN Eng.

Rombongan disambut Camat Gandapura Birul Walidin, S.STP., M.Ec.Dev.; Camat Makmur Asrial Vahmi, S.STP., M.Tr.IP.; anggota DPRK Bireuen Hidayatus Siddiq, S.Pd., MM.; Kapolsek Gandapura Iptu Jusman, S.Sos., bersama anggota; perwakilan Koramil 08/Gandapura; Ketua Tani Merdeka Indonesia Kecamatan Gandapura Hasballah Hasan, SE; para keuchik; serta tokoh masyarakat setempat.

Pemerintah Kabupaten Bireuen berharap pengerahan alat berat dan pengawasan langsung di lapangan dapat mempercepat penanganan Krueng Leubu, mengurangi risiko luapan air, melindungi areal persawahan, serta mendukung pemulihan aktivitas pertanian dan perekonomian masyarakat setelah banjir.[*/Red]
Komentar

Tampilkan

Terkini