DKP Butuh Anggaran Besar Selesaikan Kolam Labuh Susoh

ABDYA - Untuk menyelesaikan Kolam Labuh (Break Water) tempat pendaratan dan pelelangan ikan (PPI) Ujung Serangga Susoh, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) membutuhkan anggaran besar, diperkirakan mencapai Rp.62 Miliar.

Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Abdya Mukhlis kepada LintasAtjeh.com, Kamis (13/07/2017).

Menurutnya, untuk menyelesaikan proyek pembangunan break water tersebut dibutuhkan anggaran besar, tahun ini saja pemerintah hanya menganggarkan Rp.8 miliar lebih yang diplot dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA). 

Lanjutnya, jika anggaran untuk menyelesaikan break water tersebut dianggarkan seperti sekarang ini, dianggapnya hanya pemborosan waktu yang cukup lama. Padahal kolam Labuh sangat dibutuhkan masyarakat nelayan di sepanjang pesisir pantai kabupaten setempat. 

Namun sangat disayangkan jika pembangunan pelabuhan tersebut tidak difokuskan secara konvensional.

Lebih lanjut ditegaskannya, jika menggunakan anggaran kabupaten untuk pembuatan kolam labuh yang menggunakan batu gajah itu tergolong besar. Tetapi akan lebih tepat untuk menyelesaikan kolam Labuh kewenangan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat.

"Padahal kami secara dinas telah menyusun perencanaan pembangunan break water baik bentuk, lokasi dan estiminasi kebutuhan anggaran sudah disiapkan," jelas Mukhlis.

Untuk mempercepat pembanguan break water, Mukhlis mengakui telah berupaya mengajukan persoalan tersebut ke pemerintah provinsi bahkan juga ke Direktorat Jendral Perikanan Tangkap dan Perikanan Pusat di Jakarta.

"Jika persoalan ini ditangani lamban, kita khawatirkan kedepannya anggaran yang dibutuhkan akan lebih besar mengingat angka kebutuhan terus mengalami peningkatan," demikian sebut Mukhlis.[ADI S]

Baca Juga