LintasAtjeh.com Menginspirasi, Mengedukasi dan Mencerdaskan Generasi Anti Hoax.

FPRM: Tangkap dan Penjarakan Datok 'Terpilih' Kampung Gelanggang Merak

ACEH TAMIANG - Forum Peduli Rakyat Miskin (FPRM) Aceh mengutuk perlakuan Datok Penghulu 'Terpilih' Kampung Gelanggang Merak, Kecamatan Manyak Payed, Mursidin IB (41), yang terindikasi telah membeli ijazah asli tapi palsu dari Dayah Darussa'adah, Idi Cut, Kecamatan Darul Amal, Aceh Timur, dan diduga melakukan persekongkolan jahat dengan Panitia Pemilihan Datok Penghulu (P2DP) kampung setempat. 

"Kami akan dampingi pihak masyarakat Kampung Gelanggang Merak untuk melaporkan indikasi kejahatan Mursidin IB, beserta sejumlah oknum yang terlibat ke pihak penegak hukum dengan jeratan pasal 263 KUHP, ancaman kurungan penjara selama enam tahun," kata Ketua Forum Peduli Rakyat Miskin (FPRM) Aceh, Nasruddin, kepada LintasAtjeh.com, Senin (16/10/2017).


Nasruddin membeberkan, Pimpinan YPI Darussa'adah, Cabang Idi Cut, Aceh Timur, atas nama Tengku H. Saiful Anwal, telah membuat pernyataan tertulis bahwa ijazah yang dikeluarkan kepada Mursidin dikeluarkan dan dipergunakan untuk melanjutkan pendidikan. Bukan dipergunakan untuk politik.

Ironisnya lagi, kata Nasruddin, Departemen Agama Kabupaten Aceh Timur telah mengeluarkan pernyataan secara resmi bahwa penyelenggara ujian akhir Pondok Pasantren TA 2014/2015 yang dilaksanakan YPI Darussa'adah, Cabang Idi Cut, belum memenuhi syarat administrasi.


Lanjutnya lagi, indikasi kejahatan Mursidin semakin berlapis ketika diketahui bahwa leges ijazah asli tapi palsu (Aspal) atas nama Dayah Darussa'adah, Idi Cut, dengan nomor induk: 1626, yang tanggal legesnya 19 Agustus 2017, bisa diloloskan mengikuti pemilihan datok Kampung Gelanggang Merak oleh Panitia Pemilihan Datok Penghulu (P2DP).

"Hanya satu kalimat yang indah untuk kita ucapkan kepada Datok 'Terpilih' Kampung Gelanggang Merak, Kecamatan Manyak Payed, Mursidin, yakni laporkan, lalu kawal kasus tersebut sampai dirinya ditangkap dan dipenjarakan," tegas Nasruddin.[Zf]

Baca Juga