-->
















Aksi Tanam Mangrove di Pantai Linggi Simeulue

30 April, 2015, 21.55 WIB Last Updated 2015-04-30T14:55:32Z
SIMEULUE – Ratusan masyarakat peduli lingkungan hadir dalam kegiatan penanaman bibit Mangrove di sepanjang pantai Linggi, Desa Linggi, Kecamatan Simeulue Timur, Simeulue, Kamis pagi (30/4/2015).

Dipilihnya lokasi penanaman bibit mangrove di kawasan pantai Linggi, karena daerah ini berpotensi memberikan dampak positif bagi kelangsungan ekosistem serta sosial ekonomi penduduk setempat.

Program ini berorientasi pada perbaikan fungsi ekosistem prioritas, dan juga sejalan dengan upaya yang sedang dilakukan oleh pemerintah dalam mengintegrasikan pembangunan sektoral dengan daya dukung lingkungan.

Pohon mangrove atau masyarakat biasa menyebutnya sebagai pohon bakau atau pohon payau, adalah tanaman yang banyak terdapat di perairan di sekitar garis pantai. Sesuai arti mangrove itu sendiri dalam ekologi menunjuk pada pohon atau semak yang tumbuh di sekitar daerah rawa tropika dan subtropika. Jadi, tumbuhan ini biasa hidup di rawa-rawa atau di air payau. Tumbuhan ini banyak hidup di pesisir pantai di banyak kawasan di Indonesia.

Namun, sayangnya, pertumbuhan kawasan hutan mangrove mengalami penurunan sekarang ini. Hal itu terjadi karena disebabkan beberapa faktor, seperti minimnya pengetahuan masyarakat akan pentingnya manfaat pohon mangrove dan bagaimana cara membudidayakannya. Faktor lainnya yang menjadi penyebab adalah pembabatan lahan hutan mangrove untuk digunakan sebagai tambak garam dan ikan, dan juga pembangunan gedung. Oleh karena itu, sangatlah penting untuk melakukan budidaya terhadap pohon mangrove ini.

Program ini berorientasi pada perbaikan fungsi ekosistem prioritas, dan juga sejalan dengan upaya yang sedang dilakukan oleh pemerintah dalam mengintegrasikan pembangunan sektoral dengan daya dukung lingkungan.

Dalam kegiatan penanaman bibit mangrove dihadiri oleh Dandim 0115 Simeulue, Letkol Kav Syarifudin, SE, Danlanal TNI AL Simeulue diwakilkan oleh Palaksa Lanal Simeulue Kapten Laut Tohap Simbolon, Kapolres Simeulue diwakilkan Kabag Ops Polres Simeulue Kompol Wisnu, Danramil 01 Simeulue Timur Kapten Harry, Camat Simeulue Timur Novikar Setiadi, Staf Kantor Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Simeulue, Personil TNI dan Polri, Personil Sat Pol PP dan WH Kabupaten Simeulue, Sekretaris KNPI DPD Herman Hidayat,SH, Anggota Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Simeulue, Kepala Desa Linggi M.Usul serta masyarakat Desa Linggi Kecamatan Simeulue Timur.

Sebanyak 500 batang bibit mangrove dari Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Simeulue yang sebelumnya magrove tersebut dibibitkan di Desa Ganting Kecamatan Simeulue Timur serta untuk handing sectornya dari Kodim 0115 Simeulue Korem 12 Teuku Umar Kodam Iskandar Muda.

“Dalam jangka panjang, upaya ini akan berdampak pada perbaikan ekologi, pencegahan terhadap abrasi, pencegahan intrusi air laut, penyediaan makanan yang dibutuhkan oleh habitat satwa, serta daya dukung di sektor perikanan yang berkelanjutan. Secara sosial, program ini akan menggugah berbagai pihak untuk berperan serta dalam perbaikan lingkungan. Tidak terbatas pada masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan Mangrove, tapi juga pihak-pihak yang memiliki komitmen kuat untuk perbaikan lingkungan, baik perorangan, kelompok masyarakat, pemerintah maupun sektor swasta atau korporasi,” kata Dandim 0115 Simeulue, Letkol Kav Syarifudin, SE, di sela-sela kegiatan bibit mangrove.

Lanjutnya, bumi yang ditinggali ini merupakan titipan untuk diwariskan kepada anak cucu. Karena itu, penting bagi kita untuk bertanggung jawab dan bersama-sama merawat lingkungan. Oleh karena itu, hari ini di sepanjang pantai Linggi Desa Linggi ini menanam 500 bibit pohon mangrove.

Penanaman mangrove dilaksanakan oleh masyarakat, karena merekalah yang akan menerima manfaat langsung dan tidak langsung dari program ini. Masyarakat juga akan diperkaya dengan kegiatan budidaya baik kepiting atau ikan yang menggunakan kawasan hutan mangrove sebagai area pemijahan (berkembang biak).

Aktivitas  pemberdayaan masyarakat juga akan mencakup kegiatan konservasi di areal hutan mangrove, sehingga selain bisa menjadi dukungan sosial budaya, juga menjadi penunjang keanekaragaman hayati.[nanda]
Komentar

Tampilkan

Terkini