-->

Terobosan Bijak Ala Camat "Cantik" Rantau Aceh Tamiang

01 Juni, 2015, 06.46 WIB Last Updated 2015-06-03T15:26:26Z
ACEH TAMIANG - Rantau merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Aceh Tamiang. Kecamatan tersebut terletak di sebuah dataran rendah dengan ketinggian rata-rata antara 9–15 meter di atas permukaan laut.

Jarak dari kota Kuala Simpang sekitar 4 km. Terletak pada 4°22'2.85″ LU s/d  4°15'8.92″ LU dan 98° 3'21.06″ BT s/d  98° 9'24.76″ BT, luas daerah sekitar 75,44 km2.

Batas-batas wilayah Kecamatan Rantau adalah, sebelah utara berbatasan dengan Kec. Bendahara, Kec. Karang Baru dan Kecamatan Seruway. Sebelah timur, berbatasan dengan Kec. Seruway dan Provinsi Sumatera Utara.

Sebelah selatan, berbatasan dengan Kec. Kejuruan Muda dan Propinsi Sumatera Utara. Serta sebelah barat berbatasan dengan Kec. Kota Kuala Simpang, Kec. Kejuruan Muda dan Kec. Karang Baru.

Rantau sudah dikenal sebagai ladang minyak semenjak Belanda menduduki Indonesia. Hal ini terbukti dari masih adanya bangunan-bangunan rumah Belanda di dalam Komplek Pertamina. Setelah Indonesia merdeka, Pertamina dipercaya untuk melanjutkan eksplorasi minyak di Rantau.

Kecamatan Rantau memiliki 16 desa, dan dapat diakses melalui 2 (dua) jalan utama. Untuk yang dari Sumatera Utara dapat melalui jalan Rantau yang berada di Kota Kuala Simpang.

Dari arah Banda Aceh dapat berbelok ke kiri saat mencapai simpang tiga Upah dan seterusnya melewati Titi Kuning. Ada juga jalan alternatif lainnya dari Sumatera Utara, yaitu melalui jalan Salah Haji.

Semenjak kehadiran camat 'cantik' yang bernama Agusliyana Devita, S. STP, Msi, di Kecamatan Rantau, menggantikan camat yang lama, Asrol, BA, pada awal Januari 2015 lalu, muncul sebuah terobosan bijak yang sangat pantas untuk diberikan acungan jempol.

Terobosan bijak mantan Kabag Pemerintahan Kabupaten Aceh Tamiang tersebut adalah sebuah program Pelayanan Administari Terpadu Kecamatan (PATEN) Keliling, untuk melayani warga masyarakat di 7 desa, yang dipusatkan di Desa Suka Jadi.

Program Pelayanan Administari Terpadu Kecamatan (PATEN) Keliling, memang terkesan sebagai program sederhana namun program tersebut sangat bernilai tinggi bila dikaji dari sudut pandang yang mengarah tentang nilai-nilai kepedulian dan juga perhatian dari seorang pemimpin terhadap persoalan warga masyarakat dalam wilayah kerjanya.

Saat dijumpai lintasatjeh.com, Senin (1/6/2015), di ruang kerjanya yang sangat indah dan asri, Camat 'cantik' Kecamatan Rantau, Agusliyana Devita, S. STP, Msi, dengan bahasa santun menjelaskan bahwa keindahan kantor kecamatan tersebut adalah warisan dari camat sebelumnya, yakni Asrol, BA.

"Saya hanya melanjutkan karya besar dari Pak Asrol dan saat ini beliau telah dipromosikan ke Disperindagkop Kabupaten Aceh Tamiang," jelas Agusliyana Devita dengan santun.

Ketika dikonfirmasi terkait terobosan bijaknya tentang program Paten Keliling, sembari tersenyum, Agusliyana menyampaikan bahwa program itu dilahirkan karena dirinya berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi warganya.

Menurutnya, jarak tempuh ke 7 desa tersebut (Desa Sapta Jaya dan 6 desa lainnya_red) menuju ke Kantor Pemerintah Kecamatan Rantau, membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Apalagi bila harus melewati Kota Kuala Simpang.

"Kasihan waktu para warga masyarakat yang terbuang sia-sia. Apalagi hanya sekedar untuk membuat surat keterangan saja. Lahirnya program Paten Keliling, diharapkan dapat memberi penghematan waktu para warga masyarakat. Dengan demikian, penghematan waktu tersebut, dapat dipergunakan untuk bekerja menafkahi keluarganya," imbuhnya.

Banyak pihak yang beranggapan bahwa Kecamataan Rantau adalah kecamatan yang kaya, namun kenyataannya masih banyak warga di kecamatan ini berkehidupan pra sejahtera.

"Oleh karenanya prioritas utama saya selaku Camat Kecamatan Rantau adalah mengupayakan berbagai program untuk mengembangkan potensi ekonomi masyarakat, baik dibidang pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan dan juga di bidang home industri," demikian ungkap Agusliyana Devita, S. STP, Msi.[zf]
Komentar

Tampilkan

Terkini