LHOKSUKON
– Proses
seleksi fasilitator daerah (fasda) untuk program buku bacaan berjenjang memilih
fasda-fasda terbaik dari unsur pendidik di Kabupaten Aceh Utara hari ini Rabu, (9/12/2015), kegiatan itu dikawal langsung oleh Kadisdikpora
Saifullah, M.Pd.
Proses seleksi sehari
penuh itu dilaksanakan di aula Disdikpora Aceh Utara tepatnya di Lhokseumawe
yang melibatkan tim penyeleksi dari Kemanag setempat dan Disdikpora, serta turut
didampingi oleh tim USAID PRIORITAS Aceh.
Kadisdikpora Aceh Utara
menyambut baik proses yang dilakukan tim rekruitmen pedamping pendidikan itu
serta memberikan apresiasi luar biasa kepada tim tersebut.
“Saya sangat mengapresiasi
tim penyeleksi yang bekerja hari ini Rabu-Red, mengingat hari ini hari libur
bersama, namun unsur disdikpora dan kemenag tetap bertugas dalam mempercepat
peningkatan mutu pendidikan di Aceh Utara. Dari seleksi yang standar ini
nantinya kita pasti tidak salah pilih orang, kita pasti menemukan fasilitator
daerah yang berkompeten melalui proses ini yang sangat ketat ini” Kata
Saifullah yang hadir di tengah-tengah acara seleksi berlangsung.
Saat disingung media,
terkait program pemerintah dalam meningkatkan leterasi siswa, Kadisdikpora
sangat merespon hal itu, bahkan Dinas pendidikan sudah merencanakan tanggal 8 Desember yang lalu
melakukan Laounching “Aceh Utara Gema Membaca”, namun karena sesuatu hal hingga
belum terlaksana.
“Januari 2016 depan kita
akan launching itu dan sudah kita bicarakan dengan Bupati. Bupati sendiri memberi
respon sangat positif dan ditindaklanjuti nanti dengan lahirnya perbup, itu
sedang kita proses,” ulas Kadisdikpora.
District Coordinator USAID
Prioritas Aceh Utara Cut Rahmawati kepada wartawan mengatakan, fasilitator
daerah yang diseleksi adalah calon fasilitator yang akan mendampingi program
buku baca berjenjang nantinya di 130 sekolah nonmitra USAID PRIORITAS di Aceh
Utara.
Dari puluhan calon fasda
yang melamar dua minggu yang lalu, hanya belasan saja yang lulus administrasi
tambah Cur Rahma.
“Proses seleksi administrasi dilakukan
di Provinsi kemudian diserahkan ke tim Disdikpora dan Kemenag Aceh Utara untuk
dilakukan seleksi lajutan (tes kompetensi) hari ini,” kata Cut Rahmawati.
Disebutkan Cut, Tim yang
menguji kemampuan calon fasda itu Drs. Munzir, M.Pd dari Kemenag Aceh Utara,
Mawardi, S.Pd dari disdikpora sedangkan lainnya dari USAID PRIORITAS Aceh.
Sementara itu, Technical
Coordinator USAID PRIORITAS Aceh, Muslem
Daud, M.Ed, Ph.D menambahkan, hal yang
sama dan berstandar yang sama sudah dilakukan di Kabupaten Aceh Jaya dan
Kabupaten Bireun. Selanjutnya besok akan dilakukan penyeleksian di Aceh
Tamiang, sementara itu untuk kabupaten-kabupaten USAID PRIORITAS lainnya akan
menyusul, tutup Doktor alumni Taiwan itu.[**]



.jpg)


