![]() |
| IST |
VIRGINIA - Rektor Universitas Liberty, Lynchburg, Virginia,
Amerika Serikat Jerry Falwell Jnr mendorong para mahasiswanya untuk mempunyai
izin senjata api pascapenembakan San Bernadio pekan lalu.
Ia beranggapan jika lebih banyak mahasiswa memiliki senjata
api, maka mereka bisa 'membunuh muslim' sebelum mereka menyerang. Pernyataan
itu mendapatkan tepuk tangan dari mahasiswa. Apalagi Falwell memberikan isyarat
ia memiliki senjata di belakang sakunya.
Falwell pun mengkritik pernyataan Presiden Amerika Serikat,
Barack Obama yang antisenjata api.
"Sangat mengejutkan ketika saya mendengar Presiden AS
mengatakan jawaban untuk banyaknya aksi penembakan adalah dengan mengendalikan
peredaran senjata api. Saya selalu berpikir jia banyak orang baik memiliki izin
senjata api, mereka bisa mengakhiri hidup muslim sebelum mereka masuk dan
membunuh," katanya seperti dikutip dari The Independent, Senin (7/12).
Ia pun sempat menjelaskan ke Washington Post, muslim yang
dimaksud bukan semua muslim tetapi muslim yang berniat melakuan penyerangan.
Sementara itu, Council n Islamic-American Relation, Ibrahim
Hooper menilai pernyataan Falwell sama dengan menyebarkan retorika antimuslim
ke seluruh AS.
"Ini bagian dari retorika anti-muslim yang kita lihat
beberapa pekan terakhir di Paris dan San Bernardino. Anti-muslim semakin
mengemuka berkat Donald Trump, Ben Carson, dan orang-orang yang mengeluarkan
komentar seperti itu," katanya. [ROL]



.jpg)



