SIGLI - Gubernur Aceh, dr. Zaini Abdullah meninjau sejumlah
kawasan yang dilanda banjir di Kabupaten Aceh Besar dan Pidie, Rabu
(27/1).
Rombongan
Gubernur Aceh didampingi oleh beberapa Kepala SKPA terkait, antaranya Kepala
Dinas Pengairan, Ir. Syamsul Rizal, Kepala Dinas Bina Marga, Ir. Rizal Aswandi,
Kepala Dinas Sosial, Alhudri, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA),
Said Rasul, dan Kepala Biro Humas Setda Aceh, Frans Dellian.
Menurut
informasi dari warga, hujan lebat disertai air luapan sungai yang melanda
beberapa desa di kedua kabupaten tersebut pada Selasa (26/1) malam telah
mengakibatkah ribuan penduduk mengungsi di kem pengungsian sementara karena
banjir.
Gubernur
Aceh dalam kunjungannya ke daerah tersebut meninjau lansung beberapa desa yang
rusak parah akibat banjir, antaranya Desa Buga, Seulimum, Aceh Besar, Desa Jok
Tanjung dan Kupula Tanjung dan Desa Meuke Beurabo, Padang Tiji, Pidie.
Gubernur
menjelaskan kedatangannya ke daerah tersebut adalah untuk melihat lansung
kondisi para korban yang saat ini mengungsi di tempat penampungan
sementara yang didirikan oleh Dinas Sosial dan BPBA.
Selain
mengunjungi para korban, Gubernur turut memerintahkan para Kepala SKPA terkait
untuk segera melakukan program penanganan yang cepat guna membantu para korban
musibah banjir tersebut.
"Kawasan
disini yang terkena dampak banjir pada umumnya dekat dengan sungai, sehingga
ketika hujan berterusan kerap mengalami banjir. Untuk itu, saya memerintahkan
kepada Kepala Dinas Pengairan dan dinas terkait lainnya agar segera dibuat
program tanggul di sekitar daerah sungai yang berpotensi mengalami luapan air
ke tempat permukiman penduduk," kata Gubernur.
Kepada
para korban, Gubernur menasihatkan agar tidak mudah berputus asa dalam
menghadapi cobaan musibah tersebut dan menyarankan kepada para korban untuk
tinggal di tempat penampungan sementara yang telah disediakan oleh pemerintah
setempat untuk proses penanganan lebih lanjut.
"Terutama
kepada para korban yang mengalami sakit-sakit diharapkan agar segera berjumpa
dengan petugas kesehatan yang sudah dipersiapkan dilapangan. Hal ini penting
karena banjir biasanya dapat membawa banyak penyakit seperti diare, demam,
gatal-gatal dan lain-lain," ujar Gubernur.
Dalam
kesempatan tersebut, Gubernur turut memberikan bantuan simbolis masa panik
kepada para korban di sejumlah lokasi penampungan sementara yang tersebar di
beberapa desa.
Untuk
penanganan musibah banjir pada kali ini, Gubernur mengingatkan kepada Kepala
Dinas terkait agar memperhatikan kondisi para korban, terutama korban anak-anak
dan golongan usia tua dengan sebaik mungkin.
"Semua
korban di daerah terkena dampak banjir saat ini harus segera dievakuasi. Jangan
sampai ada yang tertinggal. Pemerintah akan menyediakan semua alat dan
perlengkapan untuk proses evakuasi tersebut," tegas Gubernur.
Gubernur
pertimbangkan darurat provinsi
Mengingat
banyaknya daerah yang terkena dampak banjir di beberapa kabupaten di Aceh,
Gubernur mengaku masih mempertimbangkan untuk menaikkan status darurat propinsi
bagi proses penanganan musibah tersebut.
"Pada
prinsipnya kewenangan penanganan darurat yang pertama itu ada di masing-masing
kabupaten dan kota. Akan tetapi jika proses penanganan di tingkat kabupaten
tidak dapat berjalan dan daerah yang terkena dampak banjir semakin meluas, kita
akan me pertimbangkan untuk status darurat propinsi," ujarnya.
Gubernur
turut mengingatkan kepada warga yang tinggal di daerah rawan banjir untuk berhati-hati
dan mempersiapkan diri dengan matang dalam menghadapi kemungkinan banjir,
karena kondisi hujan saat ini diprediksikan masih akan terus berlanjut dalam
beberapa hari kedepan.
Gubernur
takziah ke Kembang Tanjung
Selain
mengunjungi para korban banjir, Gubernur berserta rombongan melakukan takziah
dan menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Ibunda dari Asisten I Bidang
Pemerintahan Setda Aceh, Dr. Muzakar A. Gani, M.Si, Hj. Mariah binti Sagob,
Ibunda di Desa Krueng Dhoe, Kembang Tanjung, Pidie.
Gubernur
tiba di lokasi rumah duka sekitar pukul 2 siang setelah dzuhur dan disambut
dengan mata berkaca-kaca oleh keluarga besar Dr. Muzakar A. Gani, M.Si dan
sejumlah tokoh masyarakat setempat.
Gubernur
Zaini menyampaikan belasungkawa dan duka cita yang mendalam dan bersama
rombongan memanjatkan doa samadiah bersama di rumah duka. [red]