![]() |
| Balita korban limbah PT Ensem Sawita |
ACEH TIMUR – Masyarakat desa
Aramiah Kecamatan Birem Bayeun, Kabupaten Aceh Timur mengeluhkan polusi udara serta
bau tidak sedap yang diduga berasal dari limbah pabrik kelapa sawit PT Ensem
Sawita.
Masyarakat
pun mendesak pemerintah agar bertindak tegas karena diduga proses pembuangan
limbah serta bau yang menyengat dan polusi udara (cerobong asap), dan dampaknya
juga telah menimbulkan berbagai macam penyakit terhadap warga.
Demikian
disampaikan tokoh pemuda Aramiah, Hadi kepada Media ini, Selasa (26/01/2016) di
Pabrik Kelapa Sawit PT Ensem Sawita, disela-sela puluhan ibu-ibu melakukan aksi demo.
Menurut
keterangan tokoh pemuda, Hadi, saat ditemui lintasatjeh.com, Selasa (26/1) mengatakan
semenjak pabrik kelapa sawit PT Ensem Sawita beroperasi selama 7 tahun,
masyarakat sebenarnya sudah mulai mengeluh. Selain tidak ada memberi kontribusi
kepada masyarakat, juga karena dampak limbah serta asapnya dan bau yang
menyengat.
“Dan paling parahnya
adalah 3 tahun belakangan ini, misalnya habitat ikan air tawar di sungai kreung
Bayeun sudah mulai habis, dan warga sudah sulit menemukan ikan air tawar.
Kemudian akibat terkena dampak limbah
juga asap pabrik menyebabkan sebagian warga mengalami penyakit gatal-gatal dan
ispa,” beber Hadi.
Mereka
juga mengatakan sering mengkonfrontir
atas kejadian ini ke pihak perusahaan, namun sejauh ini tidak ada tanggapan
yang jelas.
Disisi
lain, puluhan ibu-ibu warga Aramiah yang melakukan aksi demo tersebut, menuntut kepada pihak perusahaan agar segera
dapat mengatasi polusi udara, juga asap serta bau yang tidak sedap dan
menyengat setiap hari, akibat kondisi ini banyak balita di sekitar perusahaan
ini yang mengalami gangguan pernapasan, dan mimisan, (mengeluarkan darah dari
hidung) juga gatal-gatal pada kulit.
Pada
saat aksi demo tersebut seorang sambil menggendong anaknya yang masih balita
bernama Cut Rahmi usia 7 bulan, selama ini anaknya terserang gangguan pada
kulit yang tak kunjung sembuh, pihak keluarga menuntut agar perusahaan
bertanggung jawab.
Begitu
juga dengan Sarinah (4) yang terserang gangguan pernapasan, dan kedua orang tua
Sarinah sudah beberapa kali melakukan berobat dokter, menurut dokter anak ibu
terserang ispa akibat udara yang tidak bersih,
Sementara
itu menurut Manajer PT Ensem Sawita, Sutardi, mengharapkan masyarakat
mengajukan proposal atau surat, maka pihak perusahaan akan melakukan kordinasi
ke kantor Medan, akan dapat ditindak lanjuti. [W4]
