-->

Kutamakmur Kecamatan Terburuk, KOMPAK Tanyakan Kriteria Penilaian

20 Agustus, 2016, 20.39 WIB Last Updated 2016-08-20T13:39:50Z
ACEH UTARA - Komite Mahasiswa dan Pelajar Kutamakmur (KOMPAK) mempertanyakan kriteria penilaian terkait penetapan Kecamatan Kutamakmur sebagai kecamatan terburuk di antara 26 Kecamatan lainnya dalam Kabupaten Aceh Utara dalam hal kebersihan, kenyamanan dan tertib adminitrasi, yang diumumkan di balai Panglateh, Lhoksukon, Rabu (17/08/2016) lalu.

“Kriteria apa saja yang dinilai dan berapa hari yang dinilai? Apa dasarnya sehingga tim penilai dari Pemkab Aceh Utara memutuskan Kecamatan Kutamakmur sebagai yang terburuk dan Kecamatan Cot Girek sebagai Kecamatan yang terbaik”, ungkap Ketua Umum KOMPAK, Munawir kepada LintasAtejeh.com, Sabtu (20/08/2016).

Kata Munawir, apakah tim penilai dari Pemkab Aceh Utara hanya menilai pada Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yaitu pada 17 Agustus 2016 ataupun telah ada survey-survey sebelumnya?

“Kami menerima apapun keputusan itu, tapi pemkab juga harus menjelaskan kepada publik tentang kriteria dan tata cara penilaian serta mempublikasikan list from penilaian tersebut. Jangan hanya sekedar memutuskan begitu saja tanpa ada pertimbangan yang jelas,” kata Munawir sembari menanyakan kembali tim penilaian tersebut terdiri dari siapa saja dan apa latar belakangnya?.

KOMPAK mengharapkan kepada Pemkab Aceh Utara untuk mencabut pernyataan tersebut seperti yang diberitakan oleh salah satu media online belakangan ini. “Seharusnya, dalam melakukan penilaian, pemkab harus melibatkan perwakialn dari 27 Kecamatan yang ada sebagai pengamat, jangan sekedar memutuskan begitu saja”, tegas Munawir.

KOMPAK juga berharap dalam melakukan penilaian seperti itu agar terlepas dari kepentingan–kepentingan pribadi maupun kelompok–kelompok tertentu. “Ini sama sekali tidak fair. Kami tidak memvonis bahwa pemkab salah, tapi dalam hal ini pemkab telah keliru”, tambah Munawir.

Pihaknya sangat berharap, jikapun Kutamakmur berada di urutan terbawah daari 27 kecamatan lainnya. Seharusnya pemkab membuat pernyataan lain dengan bahasa yang tidak begitu memojokkan, jangan langsung mengatakan terburuk. Ini Penghinaan,” pungkas Munawir.[Rls]
Komentar

Tampilkan

Terkini