-->


Rahmat Asri Sufa : Pemuda Aceh di Medan Harap Pilkada Damai di Aceh

14 September, 2016, 17.30 WIB Last Updated 2016-09-14T10:31:15Z

MEDAN - Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) menjadi salah satu topik yang sangat panas di beberapa daerah Indonesia, salah satunya Provinsi Aceh yang kerap dikenal dengan sebutan Serambi Mekkah. Pada pilkada kali ini  terbilang cukup unik, dengan maraknya bermunculan paslon gubernur/wagub, bupati/wabup serta walikota/wakil walikota melalui jalur perseorangan atau independen.

Pasalnya, calon yang tidak diusung oleh partai politik inipun banyak didukung oleh elemen masyarakat karena faktor kredibilitas calon yang akan bertarung dalam pilkada Aceh, dianggap memiliki track record yang baik di mata masyarakat dan layak untuk dipilih.

Pesta politik menjadi salah satu ajang kompetisi besar bagi para tokoh di daerahnya masing-masing untuk merebut simpati masyarakat agar menjadi pemimpin di daerahnya.

"Pilkada bukanlah suatu hal yang tabu untuk dibahas, di tahun ini sudah bermunculan dukungan-dukungan dari masyarakat yang mengarah untuk paslonnya yang sudah diorbitkan. Saya sebagai masyarakat sangat mengharapkan pilkada damai dan tenteram di Aceh, jangan gara-gara pilkada yang sementara ini kita menggadaikan tali persaudaraan antar sesama. Ini kerap terjadi di lingkungan masyarakat mulai dari menebar fitnah, mencaci maki sampai pembunuhan," demikian kata Rahmat Asri Sufa selaku Penasehat Forum Mahasiswa Aceh (Forma) Sumut, kepada LintasAtjeh.com, Rabu (14/9/2016).

Lanjut dia, semoga di pilkada tahun 2017 mendatang, Aceh menjadi salah satu provinsi yang bisa menyematkan pilkada damai. Harapan kita semua tidak ada lagi isu negatif yang bermunculan di masyarakat terkait pilkada.

“Dengan demikian, kami pun bisa lebih leluasa untuk memilih calon pemimpin di Aceh tanpa adanya paksaan dari pihak manapun," tukas Pemuda asal Bireuen ini.

Hal terpenting, selaku pemuda Aceh yang ada di perantauan tanah Batak, semoga pesta demokrasi lima tahunan ini bisa digelar dengan aman, damai dan demokratis. Jangan sampai dengan pilkada justru persatuan dan kesatuan terpecah belah, perdamaian terkoyak dan tali silaturrahmi masyarakat Aceh menjadi tercerai berai.

“Biarlah berbeda pandangan politik, namun jangan sampai ternoda perdamaian Aceh. Kita harap, pesta demokrasi ini menjadi pendidikan politik bagi kita semua untuk menghargai perbedaan serta menjunjung tinggi asas-asas demokrasi yang jujur dan adil tanpa paksaan dari pihak manapun untuk memilih kandidat yang menjadi pilihannya,” pungkas Rahmat Asri Sufa.[Red]
Komentar

Tampilkan

Terkini