-->

Antologi Puisi Penyair 9 Negara Diluncurkan di Museum Tsunami Aceh

03 Agustus, 2018, 20.52 WIB Last Updated 2018-08-03T13:52:31Z

BANDA ACEH - Antologi puisi penyair sembilan negara "Menembus Arus Menyelami Aceh" yang diterbitkan Lapena bekerjasama dengan Disbudpar Aceh bersama 11 buku kumpulan puisi, ensiklopedia dan buku pembelajaran puisi akan diluncurkan dan dibedah di Museum Tsunami Aceh , Selasa (07/08/2018) mulai pukul 14.00 WIB.
Selain buku 'Menembus Arus Menyelami Aceh' buku-buku yang diluncurkan, masing-masing antologi puisi tiga penyair wanita Aceh 'Bungakupula" yang ditulis oleh Rosni Idham, D Kemalawati dan Wina SW1. Kumpulan Puisi Kontemporer Perempuan Indonesia "Sajak Di Leher Bukit" yang diterbitkan dalam bahasa Rusia alih aksara oleh Dr. Victor Pogadaev, sarjana Rusia ahli sejarah dan budaya Asia Tenggara yang bermukim di Rusia.
Selanjutnya kumpulan puisi 'Kutukan Rencong', karya Mahdi Idris, buku puisi 'Jakarta Puisi Didong', karya Fikar W Eda (Aceh), buku Puisi 'Akar' karya Djazlam Zainail (Malaysia), buku puisi 'Seikat Rindu di Musim Kemarau' karya Ade Novi (Jakarta), buku puisi Sufistik 'Ucap Gerimis' dan 'Jejak Kata'  karya LK Ara dan buku 'Catatan Zulia' karya Zab Branzah (Aceh) serta buku puisi 'Muslimah Religi Berbagi Zikir' terbitan Reboeng Jakarta.
Disbudpar Aceh melalui bidang sejarah, adat dan nilai budaya juga akan meluncurkan Buku Ensiklopedia 'Kebudayaan Aceh' yang terdiri dari tiga seri. Masing-masing berisi tentang sistim sosial, bahasa dan kesenian, kedua tentang sistem teknologi dan ekonomi. Buku ke-3 tentang kepercayaan dan sistem pengetahuan serta buku 'Pembelajaran Puisi' yang ditulis oleh Dr. Mohamad Harun, M.Pd.
Plt Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Drs Amiruddin, M.Si, menyebutkan dua bidang di Disbudpar Aceh yaitu bidang bahasa dan seni serta bidang sejarah dan nilai budaya telah melakukan upaya literasi dengan menerbitkan buku bermutu seperti ensiklopedia kebudayaan dan kumpulan puisi 'Penyair 9 Negara'.
"Peluncuran buku ini kami harapkan menjadi ajang promosi Aceh yang mendunia melalui literasi," demikian kata Kadisbudpar Aceh, Amiruddin.[*] 
Komentar

Tampilkan

Terkini