Search This Blog

Banyak Di Baca

IKUTI VIA EMAIL

PV

Gadjah Puteh Soroti Pembangunan RKB Pesantren di Kampung Durian

Share it:
ACEH TAMIANG - LSM Gadjah Puteh tengah menyoroti proyek pembangunan Ruang Kegiatan Belajar (RKB) Pondok Pesantren AT Thayib di Kampung Durian, Kecamatan Rantau, Aceh Tamiang yang dinilai beraroma nepotisme.

Sebab, proyek ini disebut-sebut aspirasi milik Wakil Ketua DPRK Aceh Tamiang dari Partai Demokrat, Nora Idah Nita, SE. Namun yang bikin janggal dan menjadi pertanyaan publik adalah proyek fisik yang dibiayai dari APBK 2018 senilai Rp 185 juta lebih ini terindikasi dibangun diatas lahan milik keluarga Nora Idah Nita.

"Indikasi awal laporan yang masuk ke kami, status atas hak tanah yang dibangun pesantren itu masih dalam lingkup hak milik keluarga Ibu Nora. Bahkan tanah itu disebut-sebut masih milik pribadi, belum dihibahkan kepada yayasan Pesantren tersebut," ungkap Direktur LSM Gadjah Puteh, Said Zahirayah dalam rilisnya, Jum'at (04/01/2019).

Dikatakannya, pembangunan RKB Pesantren At Thayib yang dikerjakan CV Bilnia Bimantara ini merupakan proyek lanjutan. Dimana, pada tahun 2017, pesantren ini juga mendapatkan pembangunan pondasi dari aspirasi anggota dewan yang sama yaitu Nora Idah Nita yang sekarang ini maju sebagai Caleg DPRA.

Adapun informasi indikasi pelanggaran lain yang dihimpun Gadjah Puteh yakni disinyalir kontraktor pelaksana dari CV Bilnia Bimantara merupakan keluarga dekat Nora. Mirisnya lagi, pada tahap proses pembangunan RKB, diduga kuat anak dibawah umur ikut dipekerjakan yaitu para santri yang mondok di pesantren tersebut.

"Kita tidak tahu anak-anak santri itu dibayar atau tidak. Yang jelas tidak dibenarkan mengeksploitasi anak dibawah umur untuk dipekerjakan meskipun itu digaji. Saya ada bukti fotonya saat mereka (santri) lagi bekerja layaknya kuli bangunan," ketus Said.

Said membeberkan, selain pembangunan lanjutan RKB juga terdapat paket proyek lain pada titik yang sama yaitu pembangunan paving blok di Pesantren At Thayib yang juga melalui aspirasi dewan Nora. Artinya selama dua tahun berturut-turut Wakil Ketua DRPK tersebut memplotkan dana APBK untuk membangun pesantren yang notabene milik keluarganya sendiri, tapi berkedok aspirasi.

"Dari pekerjaaan fondasi, RKB lanjutan dan paving blok, semua itu merupakan program pokok pikiran (Pokir) aspirasi Nora Idah Nita. Ini merupakan perbuatan nepotisme oknum wakil rakyat yang harus diberangus," tegasnya.

Menurut Direktur Eksekutif Gadjah Puteh, Nora Idah Nita selaku anggota dewan telah mengingkari peran dan fungsinya yang melekat sebagai Dewan Perwakilan Rakyat yaitu fungsi pengawasan. 

"Bagaimana dia (Nora) mau mengawasi proyek yang bermasalah, kalau pokir aspirasinya dialamatkan kepada keluarganya sebagai penerima manfaat langsung," sebutnya.[*/Red] 
Share it:

news

Post A Comment: