0 Terkesan Takut Dikonfirmasi Wartawan, Oknum Datok Bandung Jaya 'Kasmin' Ngibul Berulang Kali - Lintas Atjeh

Search This Blog

Banyak Di Baca

IKUTI VIA EMAIL

PV

Terkesan Takut Dikonfirmasi Wartawan, Oknum Datok Bandung Jaya 'Kasmin' Ngibul Berulang Kali

Share it:
ACEH TAMIANG - Oknum Datok Penghulu Kampung Bandung Jaya, Kecamatan Manyak Payed, Aceh Tamiang, bernama Kasmin, selama ini dikabarkan sering melakukan berbagai permasalahan sehingga menimbulkan kegaduhan di kampung tersebut

Berdasarkan data yang dihimpun LintasAtjeh.com selama ini, semenjak menduduki jabatan Datok Penghulu Kampung Bandung Jaya, Kasmin diduga kerab melakukan tindak pidana penyalahgunaan wewenang (abuse of power).

Bahkan dikabarkan, oknum datok yang telah bercerai dengan isteri pertamanya dan telah menikah kembali, pada 18 Januari 2019 kemarin, pernah beberapa kali dilaporkan ke Polisi, namun anehnya belum pernah disekalipun terseret ke meja hijau (pengadilan_red).

Kasmin yang baru menikah kembali dengan salah seorang anggota Panwascam Karang Baru, bernama Rina Astami tersebut terkesan tidak pernah merubah sikap yang selama ini kerap merugikan dirinya, keluarganya, serta merugikan para masyarakat dan Kampung Bandung Jaya yang dipimpin oleh dirinya.


LintasAtjeh.com mencatat, nama Kasmin kembali mencuat pada saat munculnya dugaan bahwa dirinya melakukan pemalsuan tanda-tangan sejumlah pejabat MDSK pada pelaksanaan rapat Paripurna MDSK Kampung Bandung Jaya, yang diselenggarakan pada 22 November 2018 lalu.

Dugaan pemalsuan tanda tangan yang melanggar Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Pasal 263 Ayat (1) tersebut berlanjut ke ranah hukum, sebab pihak korban telah melaporkan ke Polres Kota Langsa melalui jajaran Polsek Manyak Payed, pada 01 Februari 2019.

Namun, beberapa belas hari sebelum laporan pemalsuan tandatangan LP/01/III/Res.1.9/2019/Aceh/Res Langsa/Sek - M. Payed, masuk ke Polsek Manyak Payed, oknum Datok Penghulu Kampung Bandung Jaya, Kasmin, telah terlebih dahulu dihebohkan oleh pemberitaan di media massa tentang dugaan dirinya bersama Bendahara Kampung menginap di Hotel AKR Besitang, Kabupaten Langkat.


Wartawan media yang memberitakan tentang dugaan bahwa Kasmin dan Bendahara Kampung menginap di Hotel AKR, menjelaskan bahwa dirinya mendapatkan informasi dari tiga cewek cantik yang telah mendampingi Kasmin yang dikabarkan saat itu membawa uang dengan jumlah besar.

Namun, pemberitaan yang telah membuat heboh nama oknum Datok Penghulu dan Bendahara Kampung Bandung Jaya, tidak disertakan hak jawab atau hak koreksi dari pihak yang telah diberitakan, yakni oknum datok bernama Kasmin dan bendaharanya, Indra.

Atas pemberitaan media yang mengabarkan dirinya dan Bendahara Kampung, Indra, menginap di Hotel AKR dengan membawa jumlah uang yang lumayan banyak dengan didampingi empat cewek cantik, langsung disikapi oleh Kasmin dengan cara melakukan pelaporan polisi tanpa terlebih dahulu menyampaikan hak jawab atau hak koreksi darinya.


Atas sikap oknum Datok Penghulu Kampung Bandung Jaya yang ditengarai buta tentang UU Pers namun telah berani membuat laporan polisi, sehingga menimbulkan aksi solidaritas para wartawan yang bertugas di Kabupaten Aceh Tamiang untuk membongkar topeng Kasmin dan ingin bertemu serta menanyakan/mengkonfirmask banyak perihal pada Kasmin.

Oleh karenanya, Kamis (15/02/2019) sekira pukul 10.00 WIB kemarin, para wartawan yang diwakili oleh Bang Iyong berupaya menghubungi Kasmin melalui telepon selulernya. Saat diangkat hpnya, Kasmin menyampaikan dirinya sedang berada di rumah sakit karena kakaknya sedang sakit, namun saat ditanya di rumah sakit mana? Kasmin kembali menjelaskan bahwa dirinya lagi dalam perjalanan dan belum sampai dirumah sakit.

Selanjutnya, Bang Iyong menyampaikan kepada Kasmin, apabila telah sampai di rumah sakit, bersedia menghubungi dirinya kembali, karena saat itu puluhan wartawan telah berkumpul di salah satu warung kopi yang berada dalam kawasan Karang Baru, dan sangat ingin sekali bertemu serta mengkonfirmasi dirinya. Kasmin mengiyakan permintaan yang disampaikan Bang Iyong pada dirinya.


Namun anehnya, setelah menunggu cukup lama, yakni hampir 3 jam, Kasmin belum juga menghubungi Bang Iyong, dan akhirnya sekira pukul 12.57 WIB, Bang Iyong meminta kepada salah satu rekan wartawan yang bernama M.Rotuah untuk menghubungi balek Hp Kasmin, dan saat dihubungi, Kasmin mengangkat Hpnya, tapi saat itu dirinya merdalih sudah balek dari rumah sakit dan lagi mengantar isterinya.

Saat itu, Kasmin mengatakan kepada Rotuah bahwa setelah mengantar isteri, dirinya baru bisa menjumpai dan memberikan segala keterangan yang dibutuhkan oleh para wartawan, tepatnya sekitar pukul 14.00 WIB. Setelah menunggu waktu cukup lama, yakni lebih dari 3 jam, dan jarum jam telah menunjukkan pukul 15.35 WIB, tapi Kasmin belum juga kelihatan batang hidungnya. 

Para wartawan telah menduga kuat, oknum datok tersebut ditengarai tidak berani menjumpai wartawan, lalu beralibi dengan penyampaian bahasa yang bermacam cara. Atas ketidak jelasan janji Kasmin, M. Rotuah kembali menelpon dirinya. Pada saat dibell, Kasmin tetap mengankat Hpnya, tapi sesuai dugaan para wartawan, bahwa Kasmin akan berupaya ngibul lagi.

Saat mengangkat Hp atas panggilan dari M. Rotuah, Kasmin kembali menyampaikan alasan lain lagi, yakni pada saat itu dia sedang menjumpai anaknya. Kasmin kembali membuat janji baru, yakni akan berjumpa dengan para wartawan pada Jumat (15/02/2019) sekira pukul 14.00 WIB dan dia yang akan menelpon para wartawan saat bertemu nanti.

Ironisnya! Janji Kasmin untuk menjumpai para wartawan, Jumat (15/02/2019) sekitar pukul 14.00 WIB, tidak ditepati bahkan dirinya juga tidak menghubungi para wartawan, seperti yang telah dia janjikan sendiri. Bahkan sampai saat berita ini dikirim ke redaksi sekitar pukul 23.31 WIB, Kasmin belum juga kelihatan batang hidungnya.

Atas sikap Kasmin yang telah berkali-kali menyampaikan bahasa 'NGIBUL' kepada wartawan, Ketua I DPC PPWI Aceh Tamiang, Adlin Nur SE, mengucapkan terima kasih kepadanya karena telah menampakkan perilaku dirinya yang selama ini sering dia lakukan. Semoga publik dapat membaca dan menganalisa tentang kenapa oknum tersebut terkesan takut menjumpai dan memberi penjelasan kepada wartawan?

"Perlu sama-sama kita pahami bahwa orang yang berbohong adalah pelaku yang sedang menyembunyikan informasi tapi berupaya untuk lari dari kenyataan yang tidak diingini olehnya. Artinya, saat ini Kasmin sedang berupaya menghindar dari bertemu wartawan karena ada kesan, dirinya takut dilontarkankan pertanyaan-pertanyaan yang selama ini disembunyikan secara rapi, demikian ungkap Adlin sembari tersenyum penuh makna.[ZF]
Share it:

news

Post A Comment: