0 PNS Muda Rekrutmen Tahun 2017-2019, MenPAN RB: Wajib Pindah ke Ibukota Baru - Lintas Atjeh

Search This Blog

Banyak Di Baca

IKUTI VIA EMAIL

PV

PNS Muda Rekrutmen Tahun 2017-2019, MenPAN RB: Wajib Pindah ke Ibukota Baru

Share it:
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB), Syafruddin saat ditemui di kantor Wapres RI, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (27/8/2019).

JAKARTA - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB), Syafruddin menuturkan, Pegawai Negeri Sipil (PNS) muda di kementerian maupun lembaga pusat wajib pindah ke ibu kota baru.

Hal itu disampaikan Syafruddin saat ditemui di kantor Wapres RI, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (27/8/2019).

"Jadi tentu, yang akan menduduki posisi-posisi yg baru itu tentu ASN yang muda, ASN handal terutama periode perekrutan 2017-2018 lalu dan sekarang 2019, itu, andal siap mental, wawasan cukup bagus kemampuan berpikir profesional itu yang akan berpindah," ujar dia.

Ia menyebutkan, setidaknya 180 ribu PNS akan dipindahkan ke ibu kota baru di wilayah provinsi Kalimantan Timur itu.

Dari jumlah itu, mantan Wakapolri ini memprediksi 30 persen PNS tidak pindah lantaran memasuki periode pensiun, yang artinya ada kurang lebih 120ribu PNS yang pindah ke pusat pemerintahan baru mendatang.

"180 ribu itu tentu sebagian kira-kira 30 persen tidak akan pindah kena karena mereka sebagian itu akan pensiun, paling tidak ada yang kena pensiun tahun ini, tahun depan, atau nanti 2021 atau sampai 2024," terang Syafruddin.

Dirinya memastikan, pemerintah tentu akan memberikan fasilitas yang memadai baik perumahan, transportasi, dan fasilitas menunjang lain, seperti fasum pendidikan dan kesehatan.

Sehingga menurut dia, tak ada alasan bagi para PNS untuk menolak pindah, hal itu telah tertuang dalam aturan di mana para ASN, Polri maupun TNI siap ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia.

"ASN dan aparatur negara apapun terutama aparatur hukum, TNI/Polri, atau aparatur negara itu sudah kontrak dgn negaranya, ada UU dan ada aturan yg mengatur, bhw setelah dia kontrak dgn negaranta bahwa dua dimana pun dia ditempatkan akan siap," jelas dia.[Tribunnews]
Share it:

news

Post A Comment: