0 LSM Kompak Pertanyakan Hasil Audit Rumah Rehap Baitul Mal  - Lintas Atjeh

Search This Blog

Banyak Di Baca

IKUTI VIA EMAIL

PV

LSM Kompak Pertanyakan Hasil Audit Rumah Rehap Baitul Mal 

Share it:
ABDYA - Koordinator Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Koalisi Masyarakat Pejuang Keadilan (Kompak) Aceh Barat Daya (Abdya), Saharuddin, mempertanyakan hasil audit inspektorat Kabupaten setempat terkait rumah rehap yang dikelola oleh pihak baitul mal kabupaten Aceh Barat Daya tahun 2018.

"Kita butuh kepastian terkait hasil audit tersebut, kalau memang dalam audit ada sejumlah temuan, kita meminta pihak inspektorat abdya agar segera menyerahkan nya kepihak penegak hukum. Tapi kalau pun tidak ada, pihak inspektorat juga harus menyampaikan kepublik," tulis Saharuddin dalam rilisnya yang diterima LintasAtjeh.com, Selasa (24/09/2019).

Dijelaskan Sahar, untuk satu penerima manfaat bantuan Baitul Mal Abdya menerima dana rehab rumah sebesar Rp 17 juta rupiah dan dilakukan penarikan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi rumah yang akan direhab. Namun yang aneh tiap dilakukan pencairan anggaran dari Bank pihak petugas langsung mengambil alih penggunaan dana tersebut.

Lanjutnya, dana yang diambil petugas Baitul Mal sebanyak tiga kali pencairan di Bank dari yang punya rumah tidak sebanding dengan jumlah bahan baku yang dibelikan untuk sebuah rumah Oleh karena itu Kompak menduga adanya pemotongan atau permainan dalam anggaran rehap tersebut.

Sebelumnya, Kompak mendapat bocoran informasi dari pihak Baitul Mal, dimana dalam audit inspektorat memang ada temuan. sisa anggaran yang dipotong tersebut telah dikembalikan sedangkan pihak pengurus Baitul Mal hampir semuanya diberhentikan oleh Bupati Aceh Barat Daya.

Namun kata Sahar lagi, setelah pihaknya kelapangan langsung, beberapa pihak penerima dana rumah rehap tersebut mengaku belum manerima pengembalian nya atau sisa pembelian barang rumah mereka. 

 "Atas kejadian yang sudah lama ini. Kami minta kepada pihak inspektorat untuk menampakan sikap profesional sebagai lembaga audit. Apalagi ini menyangkut hak nya kaum duafa dan fakir miskin yang dipermainkan," ungkap Sahar singkat.[Adi S]
Share it:

news

Post A Comment: