-->

Aceh Jaya dan Kebijakan Pro Rakyatnya

20 Desember, 2019, 14.21 WIB Last Updated 2019-12-20T07:21:17Z
KABUPATEN Aceh Jaya adalah salah satu kabupaten di Provinsi Aceh. Kabupaten Aceh Jaya dibentuk tahun 2002. Kabupaten Aceh Jaya berpusat di ibukota kabupaten yaitu Kota Calang. Kabupaten ini terdiri dari 9 kecamatan meliputi Kecamatan Jaya, Indra Jaya, Sampoiniet, Darul Hikmah, Setia Bakti, Krueng Sabee, Panga, Pasie Raya dan Teunom.

Kabupaten Aceh Jaya yang sejatinya kabupaten pecahan dari Aceh Barat perlahan-lahan mulai bangkit dari bayang-bayang Aceh Barat. Hal ini dibuktikan oleh suksesnya Kabupaten Aceh Jaya melahirkan program-program terbaru salah satu darinya adalah program "Gerbang Raja Sejati". Dimana dalam program tersebut lebih pro kepada rakyat, contoh kecil listrik gratis bagi masyarakat kurang mampu. Dengan adanya bantuan listrik tersebut sedikit tidaknya meringankan beban masyarakat kecil walaupun hanya 50.000/bulan. 

Setelah itu Aceh Jaya juga melahirkan program beasiswa Aceh Jaya dimana program itu bagian dari program "Gerbang Raja Sejati". Beasiswa Aceh Jaya ditujukan kepada seluruh siswa yang berdomisili di Aceh Jaya. Semua mendapatkan beasiswa tersebut tanpa pandang bulu. Namun dalam tahapan kisaran dananya berbeda-beda yaitu untuk kategori SD/MI: 500,000, SMP/MTs: 750,000 dan SMA: 1.000.000. 

Tanpa disadari dari program tersebut yang bertujuan menjadikan siswa (i) Aceh Jaya cerdas, dapat dikatakan berhasil walau belum menyeluruh. Hal itu dibuktikan oleh prestasi-prestasi anak Aceh Jaya yang mengharumkan nama kabupaten di kancah Nasional bahkan Internasional. Di mulai dari Fifi Ariani yang mampu mendapatkan 1 medali silver dan 2 spesial awards pada event Internasional Exhibition of Invention di Cina yang diikuti oleh 68 Negara di Dunia. Selanjutnya diikuti juga oleh Maula Najma Putri yang berhasil lolos Paskibraka Nasional Putri mewakili Aceh tahun 2018, dan juga masih banyak anak-anak Aceh Jaya lainnya. 

Pada tahun 2016, Aceh Jaya menjadi juara umum pendidikan di Aceh setelah meraih empat penghargaan pendidikan dari Pemerintah Aceh berupa juara 1 capaian target pendidikan anak usia dini (PAUD), juara 1 kebijakan inovatif bidang pendidikan, juara 2 capaian kinerja bidang pendidikan. Dan pada tahun ini Aceh Jaya berhasil menduduki peringkat 5 besar dari hasil UN se-Provinsi Aceh.

Program pro rakyat selanjutnya dari Kabupaten Aceh Jaya adalah program Aslureti (Asistensi Lanjut Usia Resiko Tinggi) atau lebih dikenal dengan 'Uang Lansia'. Program tersebut diberikan kepada setiap orang yang telah lanjut usia 200.000/perbulannya. Namun Pemerintah Aceh Jaya memberikannya dalam 3 bulan sekali dengan nominal 600.000. Program tersebut sangat membantu masyarakat Aceh Jaya, bahkan program tersebut bisa dikatakan sukses di terapkan di Aceh Jaya.

Bahkan dari pihak BAPPENAS memuji realisasi program Aslureti Aceh Jaya dan ikut juga mengundang Pemerintah Aceh Jaya ke pusat untuk memaparkan bagaimana bisa menjalankan program Aslureti di hadapan 10 perwakilan provinsi di Indonesia.

Program pro rakyat yang dijalankan Pemerintah Aceh Jaya sejauh ini telah membuat kabupaten lain bahkan provinsi lain penasaran dengan program sosial yang diterapkan di Aceh Jaya. 

Salah satunya Kedubes dari Australia yang langsung datang ke Kantor Bupati Aceh Jaya dalam rangka melihat program sosial yang telah berjalan saat ini yaitu menyangkut dengan program Aslureti. Sehingga program tersebut nantinya akan diterapkan di Papua yang di dukung oleh Pemerintah Australia melalui lembaga Mahkota dan Kompak. Sejauh ini program pro rakyat Aceh Jaya "Gerbang Raja Sejati"  telah berhasil sehingga Aceh Jaya menjadi barometer pusat perhatian daerah lain.

Program Aceh Jaya lainnya yang berhasil dijalankan adalah dapur gratis, dimana dapur gratis ini dikhususkan kepada santriwan (ti) yang ada di seluruh pesantren dalam kawasan Aceh Jaya bebas biaya makan dalam artian biaya makan ditanggung oleh pemerintah kabupaten. Dan sekarang program Aceh Jaya selanjutnya yang baru dicetuskan oleh pemerintah daerah yaitu program pembangunan rumah layak huni, serta program meningkatkan kualitas dan mengantarkan layanan kesehatan ke rumah masyarakat.

Penulis: Muhammad Irawan (Mahasiswa Ilmu Politik FISIP UIN Ar-Raniry)
Komentar

Tampilkan

Terkini