Iklan

Banda dan Abes Dilanda Banjir, Dompet Dhuafa Aceh Gerak Cepat

10 Mei, 2020, 15.41 WIB Last Updated 2020-05-10T08:41:10Z
LINTAS ATJEH | BANDA ACEH - Intensitas curah hujan yang tinggi, mengakibatkan sejumlah wilayah di Provinsi Aceh dikepung banjir sejak Jumat (08/05/2020) pagi. Dompet Dhuafa Aceh merespon cepat atas banjir yang melanda Kota Banda Aceh, Aceh Besar dan sekitarnya. Adapun lokasi banjir yang paling parah terkena dampak terlihat di Kecamatan Baiturrahman, Kecamatan Banda Raya, Luengbata, Panteriek, Kuta Alam, Kutaraja dan Meuraxa serta Kecamatan Darul Imarah.  

"Kami akan terus mengupayakan penyediaan kebutuhan pengungsi. Berkat kerjasama dengan para donatur yang antusias untuk saling membantu, tentu saja," ujar dr. Nuril Annissa Niswanto, selaku Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Aceh kepada redaksi, Minggu (10/05/2020).

Dijelaskannya, beberapa hal yang sangat dibutuhkan oleh para pengungsi saat ini diantaranya masker, terpal, handsanitizer, popok bayi, popok lansia, pakaian bersih, dan bahan makanan. Mari kita terus sama-sama mengupayakan pemenuhannya.

Hingga saat ini, Tim Respon Cepat Dompet Dhuafa Aceh telah membagikan 100 nasi bungkus, 100 minuman air mineral, 100 minuman kacang hijau, 100 masker kain, obat nyamuk, hand sanitizer, popok balita, dan popok lansia bagi warga yang terdampak banjir dan relawan di posko Garot dan Gue Gajah Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar.

"Selain itu, Tim Dompet Dhuafa Aceh juga telah membagikan 40 butir telur rebus dan 60 bubur bagi balita yang ada di Posko Garot. Screening status gizi cepat pun telah dilakukan, dengan menggunakan pita LILA (MUAC tapes) pada balita-balita di Posko Garot guna mengetahui kebutuhan gizi mereka," sebutnya.

Dompet Dhuafa Aceh, lanjut dia, telah membangun dapur umum di Posko Gue Gajah. Tidak hanya itu, Dompet Dhuafa Aceh juga membangun Pos Hangat di Posko Garot untuk ketersediaan air minum hangat, seperti kopi, teh, dan sebagainya bagi para pengungsi di tengah dinginnya cuaca yang masih terus diguyur hujan dengan banjir yang belum juga surut. 

"Sementara itu, akibat hujan dengan intensitas tinggi yang terus mengguyur sejak dua hari belakangan menyebabkan Dusun Teladan Desa Garot Kecamatan Darul Imarah terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 1,2 meter, dan Desa Gue Gajah Kecamatan Darul Imarah dengan ketinggian air 1,1 meter," terangnya.

Sementara Ns. Rizki Fauzan, S.Kep, Kepala Bagian Program Dompet Dhuafa Aceh menyatakan bahwa berdasarkan pemantauan di lapangan, total pengungsian di Posko Garot ialah 581 jiwa, 4 jiwa diantaranya adalah ibu hamil, bayi 7 jiwa, balita 18 jiwa, anak-anak 14 jiwa, dan lansia 11 jiwa. Sementara itu, total pengungsi di posko Geugajah ialah 70 jiwa, dan masih dalam pendataan. 

"Pengungsi-pengungsi tersebut berasal dari Dusun Teladan, Desa Garot, Lampasi Engking, Gue Gajah, Lambeu, dan Ule Tui. Kita terus memantau di lapangan dan memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat. Alhamdulillah, hingga saat ini tidak ada korban jiwa. Semoga saja kondisi cuaca kian membaik," tutupnya.[*/Red]
Komentar

Tampilkan

Terkini