Iklan

Darud Donya Ucapkan Terima Kasih Pelestarian Situs Sejarah Makam Laksamana Aceh di Perak Malaysia

25 Juni, 2020, 09.28 WIB Last Updated 2020-06-25T02:28:49Z
LINTAS ATJEH | BANDA ACEH - Ketua Darud Donya Aceh bersama para pegiat sejarah Aceh sangat mengapresiasi dan berterimakasih kepada segala pihak yang telah membersihkan, memperbaiki dan merawat kembali situs sejarah makam Laksamana Aceh yang terletak di Kampung Pulau Lambor Kiri Perak, Malaysia.

Seperti diketahui bahwa beberapa waktu lalu, para pecinta sejarah Melayu dan berbagai pihak di Malaysia telah berkenan memberi perhatian,  membersihkan dan merawat kembali situs sejarah penting bukti hubungan Aceh-Malaysia yaitu situs sejarah Makam Laksamana Aceh di Perak Malaysia.

Sejak lama hubungan Aceh dengan Perak sudah terbina erat sejak era Kesultanan Aceh Darussalam. Bahkan salah satu Sultan Aceh juga berasal dari Kerajaan Perak yaitu Sultan Alaiddin Mansur Syah Bin Raja Ahmad Perak (1579-1586). Sultan Aceh ke-8 yang merupakan Pangeran Kerajaan Perak ini adalah menantu dari Sultan Aceh yang berkuasa pada saat itu yaitu Sultan Ali Riayat syah (1571-1579).
Ketua Darud Donya, Cut Putri menyatakan kesyukurannya bahwa kesadaran untuk menyelamatkan dan melestarikan bukti sejarah Islam Aceh di bumi melayu semakin digiatkan dan marak dilaksanakan oleh segala pihak.

Cut Putri menambahkan contoh, yaitu sebagaimana usaha penyelamatan situs sejarah Makam Keramat Pinang Tunggal di Kuala Lumpur beberapa tahun lalu, yaitu situs makam ulama Aceh bernisan kuno Aceh, yang berlokasi di Kuala Lumpur yang hampir hilang ditelan pembangunan modern. 

Masa itu Darud Donya Aceh bersama para pegiat sejarah Aceh bekerjasama intensif dengan para pegiat sejarah melayu di Malaysia, bahkan turut didukung langsung oleh organisasi internasional DMDI (Dunia Melayu Dunia Islam/The Malay and Islamic World Organisation) yang beranggotakan 22 Negara Rumpun Melayu sedunia. 

Wakil dari DMDI bahkan hadir langsung di lokasi situs sejarah Makam Keramat Pinang Tunggal di Kuala Lumpur Malaysia bersama dengan Persatuan Pelajar Aceh Malaysia, bahkan turut hadir Prof Othman Yatim untuk membantu menyelamatkan situs sejarah Aceh tersebut.

"Atas pertolongan Allah, dengan kerjasama dan koordinasi yang baik antara semua pihak, dengan penuh ketulusan, walau berjarak antar negara, maka situs sejarah Islam bukti hubungan Aceh-Malaysia itu pun bersama dapat terselamatkan," tambah Cut Putri.

Menurut Ketua Darud Donya Aceh, Cut Putri, apa yang dilakukan oleh saudara-saudara kita di Malaysia patut diapresiasi, sebagai teladan yang baik bagi masyarakat di seluruh dunia melayu dan dunia Islam untuk bersama melestarikan peninggalan bukti sejarah jati dirinya.

Apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya dari Darud Donya Aceh kepada segala pihak di Malaysia juga kepada Kerajaan Malaysia yang turut melestarikan khazanah dan kekayaan Aceh di Malaysia. Ini merupakan bukti bahwa sejarah Aceh yang gemilang adalah juga merupakan kebanggaan bagi seluruh dunia melayu dan dunia Islam.

"Salam dari kami di Aceh Darussalam, semoga usaha ikhlas dari Malaysia itu senantiasa diberi keberkahan oleh Allah subhanahu wa ta'ala. Dan semoga ini juga menjadi motivasi bagi seluruh rakyat dan bangsa Aceh, terutama bagi Pemerintah Aceh termasuk pemerintah kabupaten dan kota di seluruh Aceh untuk lebih peduli memperhatikan, menyelamatkan dan melestarikan situs sejarah Islam di seluruh Aceh," doa Cut Putri, Ketua Darud Donya Aceh dalam keterangannya ke media, Kamis (25/06/2020).[*/Red]
Komentar

Tampilkan

Terkini