-->

Iklan

Google Maps Menghapus Peta Palestina, Pengamat: Umat Islam Tinggal Install Yandex Maps Milik Rusia

19 Juli, 2020, 05.13 WIB Last Updated 2020-07-18T22:13:57Z
LINTAS ATJEH | JAKARTA - Google Maps  kembali membuat heboh jagat maya khususnya netizen global dengan menghilangkan peta palestina dari pencarian (Search Not Found). 

"Umat Muslim memang sengaja dibuat  kecewa oleh pihak Google Maps ( Situs Pencarian Google.com)  karena telah melakukan tindakan fatal dengan menghapus Palestina dari peta," ujar Muhammad Ichsan, Mahasiswa Pascasarjana Asia Tenggara FIB UI. 

Kepada media, Sabtu (19/07/2020), Ichsan menghimbau masyarakat khususnya umat Muslim untuk tidak lagi menggunakan Google Maps sebagai petunjuk peta. "Silahkan gunakan Yandex.com atau Yandex Maps (Milik Rusia) disana peta Palestina tidak dihapus artinya masih ada," ujarnya. 

Kita telah memasuki pada perang global big data atau perang urat syaraf (psywar) secara horizontal. 

Psywar (Psycological Warfare) atau disebut perang urat syaraf adalah suatu bentuk serangan propaganda yang dilancarkan dua atau lebih pihak yang saling bertentangan pendapat. 

Psywar menurut William E.Daugherty dan Morris Janowitz dalam bukunya, A Psycological Warface Casebook, dapat didefenisikan sebagai berikut: "Penggunaan secara berencana propaganda dan kegiatan kegiatan lainnya yang direncanakan untuk mempengaruhi pendapat, emosi, sikap, dan perilaku pihak musuh, pihak netral dan pihak kelompok asing yang bersahabat dalam rangka mendukung pencapaian sasaran dan tujuan nasional ". 

Jenis pertama dalam Psywar adalah prinsip "Upaya Meninggi dan Menginjak Lawan ". 

Maka dapat disimpulkan penghapusan Palestina dalam peta google maps adalah tindakan Pyswar Border atau Perang Urat Syaraf Lintas Batas. "Ini bagian dari Propaganda halus pihak Israel atau anteknya Amerika untuk pemetaan konflik di timur tengah dan reaksi pihak pihak yang bertentangan dengan rencana aneksasi Israel ke wilayah Palestina," tutup Ichsan.[*/Red]
Komentar

Tampilkan

Terkini