-->

Iklan

Merasa Tidak Aman Lagi, Lima Anggota OPM Kelompok Militan POW Menyerahkan Diri

24 Juli, 2020, 09.52 WIB Last Updated 2020-07-24T02:52:39Z
LINTAS ATJEH | WAME - Lima orang anggota KSB atau yang sering disebut OPM menyerahkan diri mereka kepada TNI untuk dapat kembali bergabung ke NKRI. Penyerahan diri ke 5 anggota KSB tersebut bertempat di Distrik Bruwa, Kab. Lanny Jaya, Rabu (22/07/2020).

Kapen Kogabwilhan III Kolonel Czi Gusti Nyoman Suriastawa menerangkan bahwa kelima anggota KSB tersebut telah datang  kembali bergabung masuk NKRI.

"Berdasarkan informasi yang kami terima, telah terjadi penyerahan diri 5 orang KSB kelompok militan POW  kepada TNI di Kampung Wake, Distrik Bruwa," terang Kapen Kogabwilhan III.

Ditambahkannya penyerahan diri kelima militan KSB bermula pada Sabtu (18/7), Tim Kompi Bangau Satgas Pamtas mobile YPR 305 /Tengkorak dipimpin Letda Inf Reza CP bersama Sertu Rudyan melaksanakan patroli kampung ke Kp. Wame Distrik Bruwa.

Saat melaksanakan ambush anggota Tim Satgas yang melaksanakan pengamanan melihat 5 orang yang tidak dikenal sedang berada di sekitaran Kampung Wame Distrik Bruwa. Selanjutnya tim pengamanan  melakukan pengintaian terhadap 5 orang yang dicurigai tersebut.

"Atas temuan mencurigakan tersebut tim pengamanan langsung melaporkan kepada Danki Satgas Kpt Inf Jimson Siahaan, dan pelaporan diteruskan ke  Dansatgas YPR 305/TKR Mayor Inf Fajar Akhirudin dan Pasi Intel Satgas Lettu Inf Refan," terang Nyoman.

Informasi kelima orang KSB kemudian didalami oleh Dansatgas Pamtas Mobile YPR 305/TKR apakah mereka masuk dalam daftar pencaharian orang (DPO) operasi yaitu dengan mendatangi Honai kepala Kampung Wame Eli Wenda. Kedatangan Letda Inf Reza CP ini untuk memastikan identitas kelima orang anggota KSB tersebut.

Kepala Kampung Wame membenarkan bahwa kelima orang tersebut merupakan anggota KSB pok Militan POW yang terdapat di dalam DPO, dan selanjutnya kepala kampung beserta tokoh masyarakat didampingi Satgas mendatangi lima orang yang dicurigai tersebut. 

Lanjutnya, dalam pertemuan dengan kelima militan OPM atau KSB itu, Kepala kampung  bersama Satgas menjelaskan kalau mau menyerahkan diri kepada Satgas Pamtas Mobile 305/TKR dan kembali ke NKRI serta berjanji tidak akan kembali ikut  KSB maka mereka tidak akan terus dicari oleh Satgas Pamtas Mobile YPR 305/TKR dan dipastikan juga akan diterima oleh masyarakat di Kampung mereka masing-masing. Kelima orang DPO tersebut pun menyetujui untuk bergabung kembali ke dalam NKRI. 

Kelima militan KSB yang masuk ke NKRI yaitu pertama, Vandem Wonda, ia mengakui pernah dibekali 1 cuk pistol dan bertugas untuk memeras dan merampas bahan makanan serta uang masyarakat dan pernah terlibat kontak tembak dengan TNI di Popome. Untuk senjata saat ini sudah dibawa POW.

Kedua, Dekiron Tabuni, ia mengakui telah membantu Duklog Pok POW dan memegang 1 buah HT yg digunakan utk berkomunikasi dengan Pok POW (HT sudah diserahkan kepada Titik Balingga sebagai barang bukti).

Ketiga, Ibetius Tabuni, yang mengakui pernah terlibat kontak tembak dengan TNI di Popome dan menyiapkan akomodasi dan logistik POW dan GM apabila mereka berada di Kampung Balingga.

Lalu keempat dan kelima adalah Terkis Tabuni atau Yuborak Telenggan dan Delis, dua Tabuni ini mengakui pernah terlibat dalam penyerangan Polsek Pirime. 

Kelima anggota KSB tersebut menginginkan hidup normal bersama keluarga seperti layaknya masyarakat biasa.

Berikut proses penyerahan diri dan pembacaan janji ke lima anggota KSB untuk dapat diterima dan bergabung ke dalam NKRI:

- Senin (20/7), masyarakat Kampung Balingga berdatangan di Kantor Distrik Balingga untuk melihat penyerahan diri kelima orang anggota OPM Pok Militan POW kepada Satgas Pamtas Mobile 305/TKR. Kedatangan masyarakat sekaligus menjadi saksi bahwa kelima orang tersebut sudah keluar dari OPM dan kembali kepada NKRI.

"Masyarakat antusias dan mendukung tindakan yang dilakukan oleh Satgas Pamtas Mobile YPR 305/TKR dalam menurunkan OPM mantan Pok Militan POW," tegas Nyoman.

- Pada Selasa (21 /7), Satgas mobile YPR 305/TKR melaksanakan patroli kampung dan ambush di Bukit Kujang guna mengamankan kegiatan acara penyerahan diri.

- Pada Rabu (22/7), dilakukan acara puncak penyerahan diri kelima orang DPO kepada Satgas Pamtas Mobile YPR 305/TKR. 

Saat prosesi penyerahan diri ke NKRI, ke 5 orang DPO itu membawa barang bukti berupa 1 buah HT Werwei dan 2 butir MU 12,7 mm yg pernah didapat pada saat masih tergabung OPM. Kelimanya mengakui bergabung dalam TPN OPM karena diancam oleh POW dan dijanjikan akan diberikan uang.

Acara penyerahan diri diantaranya adalah pengucapan ikrar penyerahan diri untuk kembali dan setia kepada NKRI yang diucapkan kelima anggota OPM tersebut didepan anggota satgas dan warga Distrik Balingga. 

Dilanjutkan penyerahan Bendera Merah Putih dari Wadansatgas Pamtas Mobile YPR 305/TKR kepada kelima orang DPO, lalu dilanjutkan dengan penandatanganan surat pernyataan keluar dari OPM, kembali dan setia kepada NKRI.  

Setelah acara penyerahan diri selesai seluruh masyarakat kembali ke rumah masing-masing dan satgas melanjutkan melaksanakan ambush di Bukit Kujang guna memonitor perkembangan kegiatan kelima orang mantan DPO tersebut.

Titik Kuat Balingga akan terus melaksanakan penggalangan terhadap DPO yang telah menyerahkan diri agar dapat mengajak tokoh-tokoh OPM lainnya untuk turun dengan membawa persenjataan dan perlengkapannya guna kembali setia kepada NKRI.

Kolonel Czi Gusti Nyoman juga menyampaikan bahwa masyarakat Balingga dan sekitarnya merasa nyaman dan aman karena dengan hadirnya Satgas Pamtas Mobile YPR 305/TKR di Distrik Balingga, tidak pernah lagi ada gangguan dan pemerasan yang dilakukan OPM kepada masyarakat Balingga.

"Penyerahan diri kelima anggota TPN OPM tersebut adalah hasil dari kegiatan Patroli kampung dan ambush yang rutin dilakukan oleh Titik Kuat Balingga Satgas Pamtas mobile YPR 305 /Tengkorak," pungkasnya.[*/Red]
Komentar

Tampilkan

Terkini