-->

Iklan

Peusaba Aceh Minta Selamatkan Makam Cut Meutia

10 Juli, 2020, 13.20 WIB Last Updated 2020-07-10T06:20:46Z
LINTAS ATJEH | BANDA ACEH - Ketua Peusaba Aceh Mawardi Usman, meminta kompleks makam salah satu Pahlawan wanita Aceh terkuat Panglima Cut Meutia diselamatkan karena sudah mengalami kerusakan.

Hal itu disampaikan Ketua Peusaba Aceh Mawardi Usman, Jumat  (10/7/2020) kepada Lintas Atjeh.com menanggapi lambannya respon semua pihak terkait, dan saling lempar tanggungjawab terkait kerusakan itu.

"Bukan saatnya saling lempar tanggung jawab, kewajiban menjaga makam panglima wanita Aceh Cut Meutia yang merupakan Jenderal perang terakhir wanita kesultanan Aceh Darussalam, adalah tanggung jawab bersama, apalagi beliau sudah terdaftar sebagai pahlawan nasional," katanya.

Peusaba meminta pihak terkait, untuk berhenti saling lempar tanggungjawab dan secepatnya memperbaiki kawasan makam yang rusak parah serta memperbaiki jalan menuju makam yang juga rusak.

Karena menurutnya, Cut Meutia telah mengorbankan nyawa untuk semua anak cucunya yang tak pernah dikenalnya dan tak pernah dilihatnya. Melindungi makamnya menunjukkan penghargaan bahwa kita bangsa Aceh masih memiliki darah pahlawan.

"Nenek moyang kita pahlawan Aceh adalah para ksatria Islam dimasa lalu yang menyebarkan agama Islam di Asia Tenggara," ujarnya.

Dia mengingatkan, agar semua pihak terus menjaga situs sejarah Aceh. bagaimana kisah negeri arakan Rohingya dan campa yang dulu merupakan Kerajaan Islam, kemudian Islam di negeri itu hilang dan situs sejarahnya dilenyapkan tanpa bekas. 

"Kita masih terus berjuang mempertahankan kawasan Gampong Pande tempat situs makam raja-raja pertama Aceh. Pemerintah Kota Banda Aceh hendak dijadikan kawasan IPAL pembuangan limbah tinja di makam para pahlawan Aceh," pungkasnya.[Red]
Komentar

Tampilkan

Terkini