-->

Iklan

Fahmi Nuzula: Demo Anti HRS, Ulah Oknum Tidak Bertanggungjawab

16 Desember, 2020, 22.33 WIB Last Updated 2020-12-16T15:33:48Z

LINTAS ATJEH | BANDA ACEH - Ketua Forum Mahasiswa Pemuda Aceh Fahmi Nuzula mengapresiasi ksatria dari puluhan mahasiswa yang berani mengusir para demonstran yang mengatasnamakan Mahasiswa Aceh.

Sebagaimana informasi yang beredar di media sosial dan media online ada sekelompok mahasiswa yang berdemo dengan tuntutan penolakan keberadaan Front Pembela Islam dan menolak kedatangan Habib Rizieq Shihab di Aceh.

Kemudian di sela-sela demo datanglah puluhan  (betul-betul) mahasiswa dan mengusir para demonstran yang mengatasnamakan Mahasiswa Aceh.

Menurut Fahmi, ini sikap ksatria dari beberapa pemuda dan mahasiswa Aceh yang tidak ingin Aceh dijadikan daerah pencipta isu SARA dan perpecahan.


Masih kata Fahmi, kendati demikian atas nama Forum Mahasiswa Pemuda Aceh meminta maaf kepada masyarakat Aceh atas adanya sekelompok orang yang membawa-bawa nama besar  mahasiswa. 


Fahmi menjelaskan sudah melakukan koordinasi langsung dengan para tokoh mahasiswa seperti Presiden Mahasiswa dan Ormawa-ormawa lainnya.


"Atas nama Forum Mahasiswa Pemuda Aceh mengeluarkan rilis secara resmi bahwa mereka yang membawa nama mahasiswa dengan melakukan demonstrasi penolakan Front Pembela Islam itu murni pihak yang membawa-bawa nama mahasiswa dan mereka tidak terdapat garis koordinasi di kampus-kampus di Aceh," tegasnya.


Sekali lagi Fahmi Nuzula mohon semua pihak untuk menahan diri. Atas nama Mahasiswa Aceh, Fahmi meminta maaf sedalam-dalamnya, dan mengajak semua pihak menganggap ini hanya dinamika politik biasa yang disebabkan oleh ulah oknum yang tidak bertanggungjawab.


Fahmi merasa ada hal yang tidak beres dengan isu publik hari ini, seakan kita tengah dihadapkan dengan situasi dimana  Indonesia dan Aceh lagi krisis moral dalam mengambil sikap dan kebijakan publik.


"Kini kita seaakan hidup dalam cengkraman fitnah yang luar biasa, maka kita harus sikapi perihal ini dengan sikap ksatria kita yang luar biasa. Agar kita secepat mungkin melewati proses pembelajaran sosial yang lumayan menegangkan terhadap isu-isu SARA dan isu perpecahan umat," pungkas Fahmi, Rabu (16/12/2020).[*/Red]

Komentar

Tampilkan

Terkini