-->

Safari Maghrib, Upaya Pemkab Aceh Tamiang 'Berkomunikasi Langsung' dengan Masyarakat

04 Februari, 2021, 14.43 WIB Last Updated 2021-02-04T07:44:08Z

LINTAS ATJEH | ACEH TAMIANG - Bupati Aceh Tamiang H. Mursil, SH, M.Kn, dan Wakilnya H.T. Insyafuddin, ST, bersama Plt Sekretaris Daerah, Para Asisten Setdakab, Para Kepala Perangkat Daerah, Camat beserta segenap unsur Forkopimcam Manyak Payed, Datok Penghulu beserta masyarakat Kampung Pandan Sari melaksanakan safari maghrib di Masjid Babul Jannah, Rabu (03/02/2021).


Usai melaksanakan Shalat Magrib berjamaah, Wabup Insyafuddin menyampaikan arahannya terkait memakmurkan masjid. Ia mengatakan makmurnya suatu masjid ditandai dengan banyaknya generasi muda yang hadir untuk beribadah.

Wabup juga mengungkapkan, selain dengan tujuan silaturrahmi, safari magrib juga bertujuan untuk dapat mendengarkan secara langsung tentang apa yang menjadi skala prioritas kebutuhan masyarakat pada setiap kampung yang dikunjungi.

"Selama menjalankan roda pemerintah di Kabupaten Aceh Tamiang, terkhusus saya sebagai wakil kepala daerah, memohon maaf dikarenakan luasnya wilayah Kecamatan Manyak Payed sehingga ada program yang belum terealisasi. Namun demikian, saya berharap agar kedepan program yang belum terealisasi akan diupayakan untuk direalisasikan dan dianggarkan," tutur Wabup.

Kemudian dilanjutkan dengan sesi dialog langsung antara masyarakat dengan Bupati Aceh Tamiang. Dari hasil dialog tersebut, banyak permintaan untuk pembangunan infrastruktur seperti pembangunan jalan di beberapa titik dan permohonan lainnya. Untuk itu, Bupati Mursil menyarankan agar mengirimkan surat ke Dinas PUPR serta ke dinas-dinas terkait untuk dapat ditindaklanjuti segala usulan yang telah disampaikan oleh masyarakat.

Diakhir dialog, Bupati Mursil menyampaikan tentang pentingnya kegiatan safari magrib karena menurutnya dapat berdialog secara langsung dengan masyarakat dan mampu merealisasikan program-program yang belum terlaksana.

"Saya selaku pimpinan daerah berharap kepada semua yang hadir untuk bersama memakmurkan masjid ini. Dengan adanya pemimpin yang didukung oleh masyarakatnya, maka program pembangunan akan cepat terealisasi sehingga meringankan dan memudahkan pelayanan di tingkat kecamatan dan kabupaten," ujar Mursil.

Selanjutnya, tausyiah singkat disampaikan oleh al-Ustadz Mariadi, MH, yang mengisahkan tentang kematian. Dijelaskan olehnya, ada beberapa pedoman manusia yang menangis ketika mengingat dan mengenang apa yang diperbuat semasa hidup di dunia, sehingga Ia ingin dikembalikan hidup di dunia kembali ketika dimasa yaumil akhir nanti (dihari pembalasan). 

Al-Ustadz menjelaskan diantaranya yakni, pertama adalah orang yang malas malangkahkan kakinya ke masjid, kemudian orang yang di masa hidupnya tidak pernah bersedekah dan tidak mengeluarkan hartanya dijalan Allah. Selanjutnya orang yang tidak sempat minta maaf dimasa hidupnya karena keegoaannya dan terakhir adalan orang yang tidak mau mengajak orang lain untuk berbuat baik.

Usai tausyiah singkat, acara dilanjutkan dengan penyerahan bantuan oleh Bupati Mursil kepada Ketua BKM Mesjid Babul Jannah Kampung Pandan Sari berupa vacum cleaner dan Seperangkat bola lampu untuk keperluan masjid.[*/Red]
Komentar

Tampilkan

Terkini