-->

Iklan

Sangat Jarang Disyukuri, Jika Dinominalkan 'Udara yang Manusia Hirup' Per Hari Senilai Rp 91.965.500

04 Juli, 2021, 21.04 WIB Last Updated 2021-07-04T20:21:20Z

Ilustrasi
 
PERNAHKAH terbayang oleh kita sebagai manusia, jika dunia yang kita huni ini tiba-tiba kehilangan kandungan udara alias hampa udara? Pasti keadaannya akan sangat mengerikan. Hal ini memang dikarenakan segala hal yang berkaitan dengan kehidupan makhluk hidup di muka bumi ini, juga berkaitan dengan sebuah substansi yang bernama udara.

Kendati udara merupakan suatu unsur yang sangat penting bagi kita, namun kita sering mengabaikan dan lupa mensyukuri keberadaannya. Padahal, mengutip dari Bloomberg, jika dikonversi ke dalam bentuk rupiah, maka nominal dari udara yang kita hirup perharinya bisa mencapai angka yang sangat tinggi, yakni sekitar Rp 91.965.500 (sembilan puluh satu juta sembilan ratus enam puluh lima ribu lima ratus rupiah), luar biasa bukan? Berikuti ini penjelasannya. 

1. Manusia rata-rata menghirup udara 11.000 liter dalam sehari

Dalam satu menit, rata-rata manusia dewasa menghirup udara sebanyak 7-8 liter udara. Jika dikalkulasi dalam satu hari, maka kurang lebih seorang manusia rata-rata menghirup udara sebanyak 11.000 liter.

Hitungan tadi terjadi dalam suatu aktifitas normal. Jika pada hari itu seseorang melakukan aktivitas yang lebih banyak dan aktif, maka udara yang dihirup akan semakin banyak pula, bisa mencapai 12.000 liter udara perhari.

2. Rata-rata 2.200 liter dalam bentuk Oksigen dihirup oleh manusia setiap harinya

Dari total sekitar 11.000 liter udara per hari yang kita hirup, sekitar 20 persennya merupakan oksigen. Artinya, perhari seorang manusia menghirup sekitar 2.200 liter oksigen.  Angka ini, jika dihitung berdasarkan harga oksigen yang beredar di pasaran, yakni Rp 25.000 per liter, maka jika dinominalkan dalam bentuk rupiah nilai oksigen yang kita hirup perharinya adalah Rp 5.500.000 (lima juta lima ratus ribu rupiah).

3. Selain itu, manusia juga rata-rata menghirup sebanyak 8.700 liter Nitrogen perhari

Sementara itu, 80 perhari dari kandungan udara yang kita hirup merupakan zat nitrogen. Artinya, seorang manusia per hari rata-rata menghirup sebanyak 8.700 liter nitrogen. Jumlah ini jika dinominalkan dengan harga nitrogen yang beredar di pasaran pada kisaran harga Rp 9.950,- per liter, maka jumlah tersebut setara dengan Rp 86.465.500 (delapan puluh enam juta empat ratus enam puluh lima ribu lima ratus  rupiah).

TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM

Berdasarkan data di atas, maka jumlah antara kandungan Oksigen dan Nitrogen yang kita hirup per harinya setara dengan Rp 91.965.500 (sembilan puluh satu juta sembilan ratus enam puluh lima ribu lima ratus rupiah). Sebuah jumlah yang tidak kecil.

Al-Qur'an sebagai kalam Allah telah menjelaskan bahwa terbentuknya oksigen melalui proses sinar matahari, karbon dioksida, dan klorofil yang berasal dari pohon untuk melakukan fotosintesis. Salah satu unsur terbentuknya oksigen diperlukan kehadiran pohon yang hidup. Begitu juga dengan ilmu pengetahuan modern, menjelaskan bahwa oksigen dihasilkan oleh fotosintesis tumbuh-tumbuhan. Tanpa adanya tanaman yang berfotosintesis, oksigen akan lenyap dari bumi. Itu pulalah alasannya mengapa hutan-hutan di bumi disebut paru-paru dunia.

Artinya kita sebagai mahluk Allah yang bernama manusia, kita harus sadar dan berkewajiban untuk menanam tanaman dalam rangka memenuhi kebutuhan oksigen. Tapi kita sangat tahu bahwa tidak sedikit manusia yang tidak peduli dengan tanaman dan hijau daun. Lihat saja, banyak manusia yang membangun rumah di atas tanahnya dan semua dihabiskan untuk bangunan. Tidak ada lahan tersisa untuk taman dan tanaman. Itulah gambaran sifat egoistik, terutama di perkotaan.

Oleh karena itu diharapkan ada upaya yang intens untuk membangun kesadaran kolektif agar peduli dengan penghijauan. Perlu diingat bahwa fotosintesis merupakan fungsi utama dari tumbuhan hijau, disamping alga dan bakteri.

Dalam proses fotosintesis, tanaman membutuhkan air (H20), karbon dioksida (C02), Cahaya dan Klorofil (hijau daun).

Dengan demikian, ada beberapa hal yang sangat perlu kita direnungi yaitu (1)Penuhi hidup dengan rasa syukur, (2) Penuhi kewajiban untuk peduli dengan penghijauan, (3) Jangan egois habiskan lahan untuk bangunan semua, dan (4) Lakukan penghijauan saat ini juga. Kalaupun lahan sudah habis dan terbangun, gunakan pot tanaman atau ember/kaleng bekas untuk tanaman. Mari kita tumbuh kembangkan kesadaran akan penghijauan dengan tanaman yang mudah tumbuh di sekitar kita.[*/Red]
Komentar

Tampilkan

Terkini