-->

Mahasiswa PBL Universitas Teuku Umar Penyuluhan GERDASKOL, Pembagian Leaflet, dan Kampanye Isi Piringku

31 Juli, 2026, 17.01 WIB Last Updated 2026-07-31T10:01:31Z
LINTAS ATJEH | ABDYA - Empat mahasiswa yang sedang melaksanakan Praktik Belajar Lapangan (PBL) 2 Universitas Teuku Umar (UTU) di Desa Drien Kipah telah sukses menyelenggarakan kegiatan edukasi kesehatan masyarakat bertajuk GERDASKOL (Gerakan Sadar Kolesterol) yang dipadukan dengan pembagian leaflet interaktif serta kampanye pemenuhan gizi seimbang "Isi Piringku". Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 25 Juli 2026 lalu, di Balai Musyawarah Desa Drien Kipah, Kecamatan Tangan-Tangan, sebagai langkah konkret pencegahan risiko penyakit kolesterol di tingkat desa.

Kegiatan penyuluhan dan pengabdian ini diselenggarakan sebagai bagian dari penerapan keilmuan serta bentuk nyata sinergi mahasiswa PBL 2 Universitas Teuku Umar dalam mendukung program kesehatan berbasis masyarakat di Desa Drien Kipah. Kegiatan ini bertujuan khusus untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya dan risiko kesehatan akibat kolesterol tinggi, mengenali jenis makanan berisiko, serta mengedukasi penerapan pola makan sehat bergizi seimbang. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat mampu secara mandiri melakukan tindakan pencegahan penyakit degeneratif sejak dini.

Acara edukasi berlangsung interaktif dan penuh keakraban di Balai Musyawarah Desa Drien Kipah dengan dihadiri oleh jajaran perangkat desa, elemen kader kesehatan, serta warga setempat, antara lain Keuchik Desa Drien Kipah, Kader Kesehatan Desa (Perwakilan Posyandu dan Posbindu Desa Drien Kipah), Aparatur / Perangkat Desa Drien Kipah, dan Masyarakat Desa Drien Kipah.

Sedangkan Tim Pemateri (Mahasiswa PBL 2 UTU) terdiri dari  Novy Dayanti (Mahasiswa PBL 2 Desa Drien Kipah), Sefti Anna Dalipa Siregar (Mahasiswa PBL 2 Desa Drien Kipah), Sarika (Mahasiswa PBL 2 Desa Drien Kipah) dan Fika Rahimi (Mahasiswa PBL 2 Desa Drien Kipah).

TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM

Selama kegiatan berlangsung, jajaran mahasiswa menyampaikan materi penyuluhan GERDASKOL menggunakan media interaktif berupa presentasi PowerPoint (PPT) dan alat peraga makanan riil guna mempermudah pemahaman warga terkait porsi ideal "Isi Piringku". Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi permainan interaktif "Tebak Makanan Berisiko Kolesterol dan Tidak Berisiko", yang disambut antusias oleh seluruh peserta. Sesi tanya jawab juga berlangsung aktif, di mana warga dan kader kesehatan berkonsultasi langsung mengenai pengolahan bahan makanan sehat harian. Sebagai output dari kegiatan ini, dilakukan pembagian leaflet edukatif kepada seluruh peserta.

Salah satu perwakilan mahasiswa PBL 2, Sefti Anna Dalipa Siregar, menyampaikan bahwa pemberian leaflet dan edukasi interaktif ini diharapkan dapat menjadi panduan berkelanjutan bagi warga setempat. "Pembagian leaflet ini bertujuan agar materi yang disampaikan dapat terus diingat dan dipelajari kembali oleh masyarakat di rumah. Kami berharap, meskipun masa PBL kami nantinya telah usai, pola hidup sehat dengan konsumsi makanan bergizi seimbang tetap terus diterapkan secara konsisten oleh masyarakat Desa Drien Kipah," ujarnya.

Kegiatan penyuluhan dan kampanye kesehatan ini berjalan dengan lancar dan mendapat respon sangat positif dari Keuchik serta seluruh warga desa. Melalui sinergi ini, diharapkan kemitraan antara institusi pendidikan perguruan tinggi, perangkat desa, kader kesehatan, dan masyarakat terus terjalin erat demi mewujudkan masyarakat Desa Drien Kipah, Kecamatan Tangan-Tangan, yang lebih sehat, peduli gizi, dan bebas dari risiko penyakit degeneratif.

Salah satu perwakilan mahasiswa PBL 2, Sarika, menyampaikan bahwa kampanye “Isi Piringku” bertujuan untuk mengajak masyarakat menerapkan pola makan bergizi seimbang sebagai langkah sederhana dalam mencegah kolesterol tinggi dan berbagai penyakit tidak menular.

“Melalui kampanye Isi Piringku, kami ingin mengedukasi masyarakat bahwa menjaga kesehatan tidak hanya dengan mengurangi konsumsi makanan berlemak, tetapi juga dengan mengatur porsi makan yang seimbang, yaitu memperbanyak konsumsi sayur dan buah, mencukupi makanan pokok, serta memilih lauk yang sehat. Kami berharap masyarakat Desa Drien Kipah dapat menerapkan pola makan bergizi seimbang dalam kehidupan sehari-hari sehingga kesehatan tetap terjaga dan risiko kolesterol tinggi dapat dicegah sejak dini,” ujar Sarika sebagaimana diterima redaksi, Jum'at (31/07/2026).[*/Red]
Komentar

Tampilkan

Terkini