LINTAS ATJEH | BANDA ACEH - Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Provinsi Aceh, Muhibbul Khibri MPd, memberikan apresiasi kepada Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, S.Pd, MSP, atas penghargaan sebagai Pemerhati Pendidikan dan Praktik Baik Sastra, Bahasa, dan Budaya Tahun 2026.
Apresiasi tersebut disampaikan oleh Ketua MKKS SMA Provinsi Aceh yang juga Kepala SMA Negeri 1 Banda Aceh kepada media ini (10/08/2026).
Muhibbul mengatakan, penghargaan tersebut sangat layak diberikan karena Murthalamuddin dinilai memiliki pemahaman yang kuat terhadap dunia pendidikan serta mampu membaca kebutuhan pengembangan pendidikan Aceh secara lebih luas.
Menurutnya, sosok Murthalamuddin tidak hanya memahami aspek administrasi pendidikan, tetapi juga memiliki perhatian terhadap penguatan kualitas siswa, guru, serta nilai-nilai budaya dan literasi.
“Penghargaan itu pantas diberikan kepada beliau dan sosoknya juga tepat. Murthalamuddin adalah sosok yang paham terhadap dunia pendidikan dan mengerti apa yang dibutuhkan dalam peningkatan kualitas pendidikan Aceh,” ujar Muhibbul.
TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM
Katanya, selama Murthalamuddin memimpin Dinas Pendidikan Aceh, tren positif di sektor pendidikan dinilai semakin terlihat.
Menurut mantan Kepala SMA Negeri 3 Banda Aceh ini, berbagai upaya peningkatan mutu pendidikan di 23 kabupaten/kota mulai terasa, baik melalui penguatan kapasitas peserta didik maupun peningkatan kompetensi guru dan tenaga pengajar.
Muhibbul juga menilai perhatian terhadap bahasa, sastra, literasi, dan budaya sangat penting dalam membentuk karakter generasi muda Aceh.
Ditambahkannya, pendidikan tidak cukup hanya mengejar capaian akademik, tetapi juga harus memperkuat identitas, karakter, kreativitas, serta kemampuan berpikir kritis siswa agar mampu menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan akar budaya.
Muhibbul berharap, penghargaan tersebut tidak berhenti sebagai capaian personal, tetapi menjadi motivasi bagi Dinas Pendidikan Aceh untuk terus melahirkan program nyata di sekolah-sekolah.
Ia mendorong agar penguatan kualitas guru, pengembangan literasi, peningkatan prestasi siswa, serta pelestarian bahasa dan budaya terus diperluas sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh seluruh peserta didik di Aceh.[*/Red]
