LINTAS ATJEH | BIREUEN - Ketua JASA Bireuen Mauliadi, SH, mengajak seluruh masyarakat menjadikan peringatan Hari Damai Aceh setiap 15 Agustus sebagai momentum memperkuat persatuan, menjaga stabilitas daerah, dan mendorong pembangunan yang berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Mauliadi kepada awak media di kediamannya, Gampong Tanjong Raya, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, Senin (03/08/2026).
Menurut Mauliadi, perdamaian yang telah dinikmati masyarakat Aceh selama dua dekade terakhir merupakan anugerah sekaligus hasil dari komitmen bersama yang harus terus dijaga. Karena itu, semangat damai tidak boleh berhenti sebagai peringatan seremonial, melainkan harus diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat melalui sikap saling menghormati, memperkuat persaudaraan, serta mengedepankan dialog dan musyawarah dalam menyelesaikan setiap persoalan.
"Perdamaian telah menghadirkan ruang yang lebih luas bagi pembangunan di berbagai sektor. Pendidikan, perekonomian, pelayanan publik, investasi, hingga pembangunan gampong dapat berjalan lebih baik karena situasi yang aman dan kondusif. Ini adalah modal besar yang harus kita pertahankan bersama. Biaya perang mahal, tapi biaya damai lebih mahal lagi," ujar Mauliadi.
TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM
Ia menegaskan bahwa Hari Damai Aceh harus menjadi momentum refleksi bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat komitmen menjaga keamanan, ketertiban, dan keharmonisan sosial, serta tidak mudah terprovokasi oleh berbagai isu yang dapat memecah belah persatuan.
Mauliadi mengajak seluruh keuchik, aparatur gampong, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, serta seluruh komponen masyarakat untuk terus bersinergi membangun gampong yang maju, mandiri, dan sejahtera melalui semangat perdamaian.
"Perbedaan adalah bagian dari kekayaan Aceh. Mari kita rawat persaudaraan, saling menghormati, dan menjaga kedamaian ini sesuai perjanjian MoU Helsinki tahun 2005 sebagai warisan berharga bagi generasi mendatang. Dengan persatuan, Aceh akan semakin maju dan mampu bersaing tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya dan syariat yang menjadi jati diri daerah ini," tegasnya.
Mauliadi berharap peringatan Hari Damai Aceh tahun ini menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk terus menjaga hasil-hasil perdamaian, mempererat silaturahmi, serta mendukung setiap program pembangunan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat.
"Menjaga perdamaian adalah tanggung jawab kita bersama. Dengan semangat persatuan dan kebersamaan, saya yakin Aceh akan terus melangkah menjadi daerah yang aman, maju, sejahtera, dan bermartabat sesuai butir butir perjanjian yang telah ada.pungkasnya.[*/Red]
