LINTAS ATJEH | BIREUEN - Semangat menantang diri dan belajar dari alam membawa rombongan siswa-siswi Sekolah Alam Bireuen (SABIR) dari Gampong Geulanggang Baro, Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireuen, Aceh, menuju Semarang, Jawa Tengah.
Rombongan tersebut berangkat pada Minggu siang, 13 September 2026, untuk mengikuti Jambore Sekolah Alam Student Scout Nusantara 3 yang berlangsung di Specta Merbabu, Semarang, Jawa Tengah, pada 14–17 September 2026.
Jambore ini bukan sekadar kegiatan berkemah dan bermain di alam terbuka. Kegiatan tersebut menjadi ruang pembelajaran untuk menempa mental, keberanian, kemandirian, kepemimpinan dan karakter generasi muda agar lebih siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
Jambore diikuti lebih dari 200 Sekolah Alam dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan tersebut juga diramaikan peserta dari Malaysia, sehingga menjadi momentum bagi para siswa untuk berinteraksi, membangun persahabatan dan bertukar pengalaman lintas daerah maupun budaya.
Salah satu peserta yang membawa semangat perwakilan Aceh dalam kegiatan tersebut adalah Syafiya Shafa Purnama, siswi kelas 2 SMP Sabir, putri dari dr. Purnama, SpOG.
Syafiya bergabung bersama rombongan Sekolah Alam Bireuen untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan Jambore Sekolah Alam Student Scout Nusantara 3 di Semarang.
Secara keseluruhan, Sekolah Alam Bireuen mengirimkan 30 peserta. Mereka terdiri atas 18 siswa SMP yang terbagi dalam tiga regu, delapan siswa SD dalam satu regu, serta empat orang Pendamping Anggota Regu (PAR).
Rombongan tersebut dikoordinasikan oleh Guru Pembina sekaligus Kepala Sekolah SABIR, Sari Dewi, SE, Ak., S.Pd., M.Pd.
Sebelumnya kepala sekolah Kepada media menyampaikan dalam kegiatan jambore, peserta mengikuti berbagai aktivitas Survival Mentality Building yang dirancang untuk mendorong anak keluar dari zona nyaman.
Melalui berbagai tantangan, peserta belajar beradaptasi dengan lingkungan, memecahkan persoalan, mengambil keputusan, membangun komunikasi, bekerja sama dalam tim hingga belajar menghadapi situasi sulit dengan tetap tenang sebut kepala.
Kepala Sekolah SABIR, Sari Dewi, juga mengatakan pengalaman tersebut diharapkan tidak hanya memberikan pengalaman petualangan kepada anak-anak, tetapi juga membentuk karakter yang kuat.
“Anak-anak tidak hanya belajar bagaimana bertahan dalam kondisi alam terbuka, tetapi juga belajar bagaimana tetap tenang ketika menghadapi kesulitan, berani mengambil keputusan, menghargai teman, bertanggung jawab terhadap tugas dan tidak mudah menyerah,” ujar Sari Dewi.
Menurutnya, nilai kepemimpinan, kedisiplinan, solidaritas, keberanian, kepercayaan diri, sportivitas dan kepedulian terhadap lingkungan menjadi bagian penting dari proses pembelajaran selama jambore.
TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM
Kehadiran ratusan sekolah dari berbagai wilayah Indonesia, ditambah peserta dari Malaysia, juga dinilai menjadi pengalaman berharga bagi anak-anak Aceh untuk memperluas pergaulan dan wawasan.
“Ini menjadi kesempatan bagi anak-anak untuk mengenal teman dari berbagai daerah, memahami keberagaman, membangun persahabatan dan saling bertukar pengalaman dalam semangat pendidikan berbasis alam,” lanjutnya.
Menariknya, sebelum bertolak ke Semarang, Syafiya Shafa Purnama juga sempat menyampaikan ajakan kepada anak-anak seusianya untuk mengenal lebih jauh pendidikan di Sekolah Alam Bireuen.
Dengan gaya khas anak muda, Syafiya mengajak mereka yang menyukai tantangan sekaligus ingin menikmati suasana alam untuk mengenal SABIR.
“Bagi yang suka tantangan atau healing di alam, ayo sekolah di Sekolah Sabir. Buka saja link sekolahnya di internet. Di sana jelas tertera pendidikannya, siapa para gurunya, sekolahnya dan lingkungannya. Ayo,” ujar Syafiya.
Ajakan sederhana tersebut menjadi gambaran semangat anak-anak Sekolah Alam yang tidak hanya belajar di dalam kelas, tetapi juga mendapatkan pengalaman melalui lingkungan dan berbagai aktivitas di alam terbuka.
Bagi Sekolah Alam Bireuen, keikutsertaan dalam Jambore Sekolah Alam Student Scout Nusantara 3 menjadi kebanggaan tersendiri.
Anak-anak Aceh mendapatkan kesempatan membawa nama daerah ke tingkat nasional, berinteraksi dengan ratusan peserta dari berbagai penjuru Indonesia serta bertemu dengan peserta dari negara tetangga.
Perjalanan dari Aceh menuju Semarang tersebut bukan semata-mata tentang siapa yang paling kuat atau paling unggul. Lebih dari itu, jambore menjadi proses belajar tentang bagaimana menghadapi tantangan, bertahan dalam situasi sulit, bekerja sama dan terus melangkah.
Dari Aceh menuju Semarang, para siswa membawa satu pesan kuat: anak-anak hari ini ditempa dengan tantangan agar tumbuh menjadi generasi tangguh yang berani menghadapi masa depan.
Doa dan harapan terbaik pun mengiringi perjalanan Syafiya Shafa Purnama bersama seluruh peserta dan rombongan Sekolah Alam Bireuen.
Semoga seluruh peserta diberikan kesehatan, keselamatan dan kelancaran selama mengikuti rangkaian Jambore Sekolah Alam Student Scout Nusantara 3 pada 14–17 September 2026, serta kembali ke Aceh membawa cerita, pengalaman dan pelajaran berharga.

