"Alhamdulillah, bantuan dari Dinsos Abdya sudah kita salurkan kepada keluarga yang terdapat banjir," kata Keuchik Alue Padee, Muamar Rafi, Senin (21/09/2026).
Ia menjelaskan, menurut data yang diperoleh pihak, ada 65 rumah warga yang terdampak banjir. Diantaranya, 35 rumah atau Kepala Keluarga (KK) dengan status terdampak parah, dan 30 lagi terdampak ringan.
Untuk penyaluran bantuan kepada warga yang terdampak banjir, lanjut Keuchik Rafi, jenis bantuannya berbeda-beda.
"Jadi bantuan yang diberikan kepada korban banjir berbeda, tergantung dampaknya. Kalau dampak ringan, bantuannya berupa kain panjang, jilbab, sajadah dan makanan, seperti sarden, saos, kecap, minyak, gula, dan lainnya," rinciannya.
Sementara, sambung Rafi, korban banjir dengan kategori terdampak parah mendapatkan bantuan berupa, selimut, sarung, mukena, kain panjang, jilbab, dan sajadah, serta pangan.
TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM
"Semoga bantuan yang kita salurkan ini, walaupun tidak bisa menggantikan apa yang sudah tiada setidaknya bisa bermanfaat bagi penerima," harapnya.
Dalam penyaluran bantuan kemanusiaan itu, Rafi juga menghimbau kepada warga agar tetap menjaga lingkungan demi mengantisipasi bencana banjir.
"Kita tetap menghimbau kepada warga agar tidak membuang sampah sembarangan, dan menjaga kelestarian lingkungan," pungkasnya.
Diketahui, hujan deras yang melanda Kabupaten Abdya sejak sore, Rabu (16/09), merendam pemukiman warga di 7 kecamatan di wilayah setempat.
Tidak hanya merendam rumah warga, banjir juga menggenangi sejumlah titik jalan nasional. Diantaranya, Desa Alue Mangota, Kecamatan Blangpidie, Durian Jangek Kecamatan Susoh, dan Alue Padee, Kecamatan Kuala Batee.
Berdasarkan laporan BPBD Abdya , sebanyak 17 desa di 7 kecamatan digenangi banjir luapan termasuk rumah warga di Gampong Alue Padee.[Ak]
