-->

Imam Mukim dan Keuchik di Abdya Sulap Warkop jadi Tempat Berdakwah

09 Oktober, 2026, 11.22 WIB Last Updated 2026-10-09T08:29:29Z


LINTAS ATJEH | ABDYA - Para imuem Permukiman (Mukim), keuchik, dan tokoh agama di Kecamatan Kuala Batee, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) duduk bersama di warung kopi (Warkop) sambil mengaji. Kegiatan bertajuk "Kopi Sajan Teungku" itu digelar di salah satu Warkop di pesisir Pantai Gampong Lama Tuha, kabupaten setempat, Jumat (9/10/2026).

Acara tersebut bagian dari salah satu program Pemkab Abdya yaitu "Peukong Agama" untuk Kemukiman Krueng Batee. Selain keuchik dan imam mukim, hadir pula Camat kecamatan Kuala Batee, Nusarrifu Kairun dan unsur kecamatan lainnya, Babinsa, serta tokoh agama dan masyarakat.

Imuem Mukim Krueng Batee, Tgk. Agus, mengatakan kegiatan ini dirancang untuk memperkuat kehidupan beragama sekaligus mempererat komunikasi antaraparat gampong. Undangan tidak dibatasi pada keuchik di kemukiman itu saja.

"Kita tidak hanya mengundang keuchik dalam kawasan Kemukiman Krueng Batee, tapi juga keuchik-keuchik lain dalam Kecamatan Kuala Batee," kata Tgk. Agus.

Kegiatan akan digelar rutin setiap bulan secara bergiliran. Setelah Krueng Batee, giliran berikutnya jatuh pada Kemukiman Sikabu, lalu Kemukiman Kota Bahagia. Dengan skema ini, seluruh kemukiman diharapkan merasakan manfaat yang sama.

TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM

Pemilihan warung kopi punya alasan. Di Aceh, warung kopi lazim menjadi tempat berkumpul warga, terutama anak muda yang kerap menghabiskan waktu berjam-jam di sana. Dakwah yang hanya berpusat di masjid dinilai kurang menjangkau mereka.

Dalam pengajian itu, Tgk. Abu Salam menyampaikan apresiasi kepada Bupati dan Wakil Bupati Abdya atas dukungan terhadap Peukong Agama. Menurut dia, perhatian pemerintah memperkuat pelaksanaan dakwah di tengah masyarakat.

Ia juga mengusulkan agar *Kopi Sajan Teungku* digelar setiap Jumat. Dengan begitu, pesan agama lebih sering sampai ke kalangan muda yang gemar berkumpul di warung kopi.

"Program seperti ini sangat positif, sehingga dakwah tidak lagi hanya disampaikan teungku-teungku di masjid, tapi juga menyasar ruang baru, yaitu warung kopi," ujar Tgk. Abu Salam.

Dalam ceramahnya, ia mengingatkan bahaya kesombongan karena rupa, harta, pangkat, jabatan, dan ilmu. Menurut dia, semua itu bersifat sementara. Kecantikan memudar, harta bisa habis, jabatan berakhir, dan ilmu manusia tetap terbatas.

"Di atas langit masih ada langit. Tidak ada satu pun yang patut disombongkan di bumi ini," kata Tgk. Abu Salam.[Ak]

Komentar

Tampilkan

Terkini