LINTAS ATJEH | BIREUEN – Pemandangan memilukan terlihat di Dusun Drin Bungkok, Gampong Cot Tunong, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen. Sehari setelah rumahnya ludes terbakar, Suryani Ibrahim (56), seorang janda yang tinggal bersama tiga anaknya, hanya bisa duduk menatap puing-puing rumah yang selama ini menjadi tempat berlindung keluarganya.
Kebakaran terjadi pada Rabu malam, 7 Oktober 2026. Rumah semi permanen milik Suryani hangus bersama seluruh harta benda di dalamnya. Bahkan, satu unit sepeda motor turut terbakar. Berdasarkan keterangan korban, kebakaran diduga dipicu korsleting listrik.
Kini Suryani bersama ketiga anaknya harus meninggalkan rumah yang sudah tidak dapat ditempati. Untuk sementara, mereka mengungsi di rumah adiknya, Junizar, yang berada tidak jauh dari lokasi kebakaran.
Rumah tempat Suryani mengungsi tersebut merupakan rumah bantuan Pemerintah Gampong Cot Tunong yang dibangun melalui Dana Desa Tahun 2025. Rumah itu sebelumnya diberikan kepada Junizar berdasarkan hasil musyawarah gampong sebagai pihak yang berhak menerima bantuan.
Di tengah kondisi tersebut, perhatian pemerintah datang dengan cepat.
Dinas Sosial Kabupaten Bireuen melalui Pendamping Sosial Mukhtarizul dan Maryamah turun langsung ke lokasi, Kamis (8/10/2026), untuk menyerahkan bantuan masa panik kepada Suryani, mewakili Plt. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bireuen, Dr. Alfian.
Bantuan yang diberikan berupa 15 lembar triplek, 10 lembar seng, 2 kotak paku seng, 3 kotak paku triplek, 2 lembar jilbab dewasa, 2 lembar kain sarung, 1 lembar mukena dewasa, 2 lembar selimut, 2 lembar handuk serta 1 paket Family Kids.
Penyerahan bantuan turut disaksikan Keuchik Gampong Cot Tunong Hasballah Hasan, SE, Kepala Dusun Drin Bungkok Daslami, perangkat gampong serta sejumlah tokoh masyarakat.
Keuchik Gampong Cot Tunong, Hasballah Hasan, menyampaikan apresiasi kepada Dinsos Bireuen yang bergerak cepat membantu warganya yang tertimpa musibah.
TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Dinas Sosial Bireuen yang telah cepat turun dan memberikan bantuan masa panik. Bantuan ini sangat berarti bagi keluarga korban yang saat ini kehilangan tempat tinggal dan seluruh harta bendanya,” ujar Hasballah.
Pendamping Sosial Dinsos Bireuen, Mukhtarizul, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang sedang menghadapi musibah.
“Semoga bantuan ini bermanfaat dan dapat sedikit meringankan beban keluarga korban. Kami berharap korban tetap sabar menghadapi musibah ini. Untuk penanganan selanjutnya, kami akan berkoordinasi dengan atasan dan pihak terkait, baik untuk bantuan tambahan maupun penanganan rumah korban,” ujar Mukhtarizul.
Momen haru terjadi ketika Suryani menerima bantuan tersebut. Didampingi anaknya, ia duduk di tengah kesedihan sambil memandangi rumahnya yang telah berubah menjadi puing.
Dengan suara terbata-bata, Suryani hanya mampu mengucapkan rasa syukur dan terima kasih.
“Alhamdulillah... terima kasih,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dusun Drin Bungkok, Daslami, turut mendampingi korban di lokasi. Ia membantu proses pendataan serta mendukung tim Dinsos Bireuen saat menurunkan dan menyerahkan bantuan kepada keluarga korban.
Bagi Suryani dan ketiga anaknya, kebakaran tersebut bukan sekadar kehilangan sebuah bangunan. Dalam sekejap, tempat tinggal dan hampir seluruh harta benda mereka ikut musnah.
Namun, sehari setelah musibah, kehadiran pemerintah, aparatur gampong dan masyarakat di tengah puing-puing rumah menjadi penguat bagi keluarga yang sedang menghadapi masa sulit.

