-->

Rawan Bertengkar, Imigran Rohingya dan Bangladesh Harus Dipisah

24 Mei, 2015, 17.04 WIB Last Updated 2015-05-24T10:04:52Z
Perempuan Rohingya saat ditampung di Ule Rubek, Aceh Utara
LANGSA - Saat meninjau tempat penampungan imigran Rohingya di Langsa, Aceh Timur, Wakil Ketua DPR, Fadli Zon sempat berbincang dengan beberapa pengungsi. Fadli menyimpulkan, tempat penampungan imigran Rohingya asal Myanmar dan Bangladesh harus dipisah karena rawan terjadi pertengkaran.

"Berdasarkan cerita dan peninjauan yang kita lakukan, ini kan imigran ada dua, dari Myanmar dan dari Bangladesh. Dua kelompok ini berbeda kepentingan," kata Fadli di Langsa, Aceh Timur, Minggu (24/5/2015).

Imigran Rohingya asal Myanmar sengaja pergi karena memang tak diakui di negaranya. Sedangkan imigran Rohingya Bangladesh, mereka pergi dari negaranya untuk mencari pekerjaan di Malaysia, bukan karena terusir.

"Tadi kan yang Bangladesh tujuan utama ingin ke Malaysia untuk mencari pekerjaan, bukan karena terusir dari negara mereka, sehingga harus kita pikirkan ini," jelas Fadli.

Salah seorang imigran Rohingya asal Myanmar, Amin (28), memang mengisahkan awal perjumpaan mereka dengan imigran Bangladesh. Mereka bertemu di tengah laut.

Saat itu para imigran Bangladesh ingin menumpang kapal mereka, karena kapal yang ditumpangi imigran Bangladesh kehabisan bahan bakar. Namun yang terjadi malah perkelahian antara imigran Myanmar dan Bangladesh. Sebab utamanya karena tujuan awal mereka berbeda dan berebut makanan di kapal. Beberapa imigran terbunuh dalam perkelahian itu.

"Sehingga ini tempat pengungsiannya harus kita pisahkan karena rawan terjadi gesekan," tegas Fadli.[Detik]
Komentar

Tampilkan

Terkini