-->

Lagi, Ditemukan Gajah Mati Membusuk

05 September, 2015, 17.40 WIB Last Updated 2015-09-05T10:40:38Z
ACEH TIMUR - Kasus matinya satwa langka di wilayah Aceh semakin mengkhawatirkan. Hal ini dikarenakan terganggunya habitat dan mulai rusaknya ekosistem yang ada di hutan. Selain itu, tak kalah miris akibat perburuan satwa langka oleh para pemburu yang semakin merajalela. Seperti matinya seekor gajah di perkebunan PT. Bumi Flora Kabupaten Aceh Timur, Jum'at (4/9/2015).

Gajah berjenis kelamin betina ditemukan membusuk diperkirakan sudah dua minggu lalu mati sehingga bangkai gajah tersebut sudah mengeluarkan aroma tidak sedap dan dikerumuni belatung.

Berdasarkan keterangan dari BKSDA Provinsi Aceh, gajah yang sudah dua minggu mati ini belum diketahui pasti penyebab kematiannya. Namun pihaknya terus berupaya mencari tahu penyebab kematian gajah dengan cara mengambil sampel dari bangkai tersebut.

"Bita belum mengetahui pasti penyebab kematian gajah ini namun kita terus berupaya mencari tahu tentang kematiannya" ujar Doktor Hewan BKSDA Aceh.

Dalam setahun terakhir ini, kasus kematian gajah terus meningkat di Aceh. Seperti di Kabupaten Aceh Timur, pada tahun 2014 lalu tiga bangkai gajah ditemukan warga di salah satu perusahaan sawit milik PT. Dwi Kencana Semesta. Diduga gajah tersebut mati di racun dan diambil gadingnya oleh oknum karyawan perusahaan tersebut.

Kapolres Aceh Timur melalui Kasat Reskrim AkP Budi Nasuha, SH menyatakan bahwa pihaknya terus melakukan penyelidikan terkait matinya gajah di perkebunan di Aceh Timur.

"Untuk kasus gajah mati ini kita terus melakukan penyelidikan terkait penyebab matinya satwa langka ini. Dengan menunggu hasil pemeriksaan oleh pihak BKSD, jika ada unsur pidananya maka kita dari pihak kepolisian akan menindak lanjut sesuai hukum yang ada," demikian terang Kasat kepada wartawan.[ar/ham]
Komentar

Tampilkan

Terkini