LINTAS ATJEH | BANDA ACEH - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Tim mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (FK USK) di tingkat internasional. Tim ini berhasil meraih Juara 3 (3rd Winner) pada Policy Brief Competition dalam ajang WORLD (Global Student Awards for Health) X GALAXY 3.0.
Kompetisi ini merupakan kompetisi ilmiah internasional yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai negara untuk mempresentasikan inovasi dan hasil penelitian di bidang kesehatan. Prestasi tersebut diraih melalui karya ilmiah berjudul “Beyond Emergency Aid: A Tiered Health Financing Model for Sustainable Refugee Healthcare Access.”
Tim peneliti terdiri atas tiga mahasiswa FK USK yaitu Muhammad Haris’t, Muhammad Faiz Akbar, dan Rais Aulia. Melalui Kebijakan yang kami usulkan dalam policy brief adalah penerapan Tiered Health Financing Model (Model Pembiayaan Kesehatan Bertingkat) untuk pengungsi. Model ini bertujuan mengubah sistem pembiayaan kesehatan pengungsi yang selama ini bergantung pada bantuan kemanusiaan jangka pendek menjadi sistem yang lebih stabil, berkelanjutan, dan dapat diprediksi sesuai dengan lamanya masa pengungsian.
Tujuan kebijakan ini adalah menciptakan sistem pembiayaan kesehatan bagi pengungsi yang lebih berkelanjutan, stabil, dan adil, sehingga akses terhadap layanan kesehatan tetap terjamin meskipun terjadi penurunan bantuan kemanusiaan internasional. Kebijakan ini bertujuan mengurangi ketergantungan pada pendanaan darurat yang bersifat jangka pendek dengan membangun mekanisme pembiayaan yang menyesuaikan lamanya masa pengungsian.
Selain itu, kebijakan ini mendorong integrasi pengungsi ke dalam sistem kesehatan nasional negara tuan rumah melalui pembagian tanggung jawab pembiayaan antara pemerintah, donor internasional, dan lembaga pembangunan. Dengan demikian, layanan kesehatan bagi pengungsi dapat terus berjalan secara berkesinambungan sekaligus memperkuat sistem kesehatan di negara tuan rumah.
Muhammad Haris’t selaku ketua tim menyampaikan bahwa kebijakan ini lahir dari kepedulian terhadap jutaan masyarakat yang masih menghadapi keterbatasan akses layanan kesehatan akibat konflik, bencana, maupun kondisi kemanusiaan lainnya.
“Saat jumlah pengungsi di dunia terus meningkat, pendanaan untuk layanan kesehatan justru semakin menurun. Kondisi ini mengancam akses jutaan pengungsi terhadap layanan kesehatan yang layak. Melalui policy brief ini, kami mengusulkan Tiered Health Financing Model, yaitu sistem pembiayaan kesehatan bertingkat yang menggabungkan pendanaan darurat, integrasi ke sistem kesehatan nasional, dan pembiayaan pembangunan jangka panjang. Model ini bertujuan menciptakan sistem pembiayaan yang lebih stabil, berkelanjutan, dan adil, sehingga akses layanan kesehatan bagi pengungsi tetap terjamin meskipun terjadi penurunan bantuan kemanusiaan," ungkapnya kepada redaksi, Senin (06/07/2026).
TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM
"Pengelolaan penyakit kronis seperti diabetes menjadi tantangan besar di wilayah dengan keterbatasan fasilitas kesehatan. Melalui penelitian ini, kami ingin menunjukkan bahwa integrasi teknologi digital dapat menjadi solusi yang lebih efektif, berkelanjutan, dan berbasis bukti untuk menjembatani kesenjangan layanan kesehatan bagi kelompok rentan,” imbuh Haris’t.
Menurutnya, hasil kebijakan dari policy brief ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pembuat kebijakan, maupun pengembang teknologi kesehatan dalam membangun sistem pelayanan kesehatan yang lebih inklusif dan adaptif, khususnya pada konteks kemanusiaan.
Prestasi tersebut mendapat apresiasi dari Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan Universitas Syiah Kuala , Dr. Rina Suryani Oktari, S.Kep., M.Si. FRSPH Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa USK mampu bersaing dan memberikan kontribusi nyata terhadap perkembangan ilmu pengetahuan di tingkat internasional.
“Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa USK tidak hanya memiliki kompetensi akademik yang unggul, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi dan solusi berbasis riset terhadap isu-isu kesehatan global. Kami berharap capaian ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya, berinovasi, dan berani tampil di forum internasional,” ujarnya.
Keberhasilan tersebut semakin memperkuat komitmen USK dalam mendorong budaya riset, inovasi, dan pengembangan potensi mahasiswa agar mampu menghasilkan karya ilmiah yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat global.
Ajang WORLD (Global Student Awards for Health) X GALAXY 3.0 diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di dunia yang menampilkan inovasi dan penelitian terbaik di bidang kesehatan. Persaingan yang ketat menjadikan penghargaan Juara 3 Policy Brief Competition sebagai bukti kualitas akademik, kemampuan riset, serta daya saing mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala di tingkat internasional.
Prestasi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya, menghasilkan inovasi berbasis riset, dan membawa nama Universitas Syiah Kuala serta Indonesia semakin dikenal di panggung akademik dunia.[*/Red]
