-->

Mahasiswa FK USK Raih Juara I Kompetisi Video Educational Internasional WORLD X GALAXY 3.0

06 Juli, 2026, 16.42 WIB Last Updated 2026-07-06T09:42:19Z
LINTAS ATJEH | BANDA ACEH - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Tim mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (FK USK) di tingkat internasional. Tim ini berhasil meraih Juara I (1st Winner) pada Video Educational Competition dalam ajang WORLD (Global Student Awards for Health) X GALAXY 3.0.

Kompetisi ini merupakan kompetisi ilmiah internasional yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai negara untuk mempresentasikan inovasi dan hasil penelitian di bidang kesehatan. Prestasi tersebut diraih melalui karya ilmiah berjudul “What's invisible about refugee healthcare?”

Tim peneliti terdiri atas tiga mahasiswa FK USK yaitu Muhammad Haris’t, Muhammad Faiz Akbar, dan Rais Aulia. Melalui video tersebut, mereka mengangkat isu video ini menjelaskan sistem tersembunyi di balik layanan kesehatan pengungsi bukan tentang kisah individu, melainkan tentang mekanisme besar yang bekerja diam-diam: dari pendanaan dan logistik obat, pelacakan data kesehatan lintas negara, koordinasi ribuan tenaga kemanusiaan, hingga krisis kritis yang kini mengancam sistem itu sendiri. 

Dibawakan oleh satu presenter, dengan visual berlapis seperti "X-ray" sistem, video ini dirancang untuk membuat yang tidak terlihat menjadi terlihat dan menggugah penonton untuk memahami bahwa menjaga kesehatan pengungsi bukan hanya soal bertahan hidup, melainkan soal menjaga seluruh sistem itu tetap berdiri.

Muhammad Haris’t selaku ketua tim menyampaikan bahwa penelitian ini lahir dari kepedulian terhadap jutaan masyarakat yang masih menghadapi keterbatasan akses layanan kesehatan akibat konflik, bencana, maupun kondisi kemanusiaan lainnya.

“Video kami, 'The Invisible Clinic', berbicara tentang sesuatu yang jarang disorot — bukan wajah pengungsi, tapi sistem tak terlihat yang menjaga mereka tetap hidup. Dari logistik obat, data kesehatan lintas negara, sampai ribuan tenaga kemanusiaan yang bekerja tanpa sorotan kamera. Dan sekarang, sistem itu sedang terancam. Video ini adalah undangan untuk melihat lebih dalam, dan peduli lebih jauh,” ujar Haris’t kepada media ini, Senin (06/07/2026).

TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM

Menurutnya, video ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi tenaga kesehatan, pembuat kebijakan, maupun pengembang teknologi kesehatan dalam membangun sistem pelayanan kesehatan yang lebih inklusif dan adaptif, khususnya pada konteks kemanusiaan.

Prestasi tersebut mendapat apresiasi dari Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan Universitas Syiah Kuala , Dr. Rina Suryani Oktari, S.Kep., M.Si. FRSPH Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa USK mampu bersaing dan memberikan kontribusi nyata terhadap perkembangan ilmu pengetahuan di tingkat internasional.

“Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa USK tidak hanya memiliki kompetensi akademik yang unggul, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi dan solusi berbasis riset dan kreativitas terhadap isu-isu kesehatan global. Kami berharap capaian ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya, berinovasi, dan berani tampil di forum internasional,” ujarnya.

Keberhasilan tersebut semakin memperkuat komitmen USK dalam mendorong budaya riset, inovasi, dan pengembangan potensi mahasiswa agar mampu menghasilkan karya ilmiah yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat global.

Ajang WORLD (Global Student Awards for Health) X GALAXY 3.0 diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di dunia yang menampilkan inovasi dan penelitian terbaik di bidang kesehatan. Persaingan yang ketat menjadikan penghargaan Juara I Educational Video Competition sebagai bukti kualitas akademik, kemampuan kreatifitas, kemampuan inovasi, serta daya saing mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala di tingkat internasional.

Prestasi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya, menghasilkan inovasi berbasis kreativitas, dan membawa nama Universitas Syiah Kuala serta Indonesia semakin dikenal di panggung akademik dunia.[*/Red]
Komentar

Tampilkan

Terkini