LINTAS ATJEH | BANDA ACEH – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Banda Aceh menggelar Rapat Pimpinan Komisariat (Rapimkom) pada Rabu, 14 Oktober 2026, bertempat di Aula HMI Cabang Banda Aceh. Kegiatan ini menjadi momentum silaturahmi sekaligus upaya memperkuat konsolidasi antara pimpinan komisariat dan pengurus cabang dalam menjaga soliditas serta keberlangsungan organisasi.
Rapimkom tersebut dihadiri oleh pimpinan komisariat se-kawasan Banda Aceh, yakni Komisariat Hukum Universitas Syiah Kuala (USK), Kedokteran Hewan (FKH), FISIP USK, Teknik, Pertanian, FKIP, Sains dan Teknologi (Saintek), Adab, Syariah, Ushuluddin, Tarbiyah, Dakwah, FEBI, serta Psikologi UIN Ar-Raniry.
Rapat dipimpin langsung oleh Penjabat (Pj.) Ketua Umum HMI Cabang Banda Aceh, Asaduddin. Pertemuan ini menjadi ruang komunikasi dan koordinasi antarkomponen organisasi untuk memperkuat hubungan kelembagaan, menyamakan persepsi, serta membangun komitmen bersama dalam menjalankan roda organisasi.
Asaduddin menegaskan bahwa Rapimkom tidak sekadar menjadi forum pertemuan formal, tetapi juga memiliki arti strategis dalam mempererat silaturahmi dan memperkuat konsolidasi antara komisariat dan cabang.
“Rapimkom ini merupakan momentum penting untuk mempererat silaturahmi, membangun komunikasi yang konstruktif, serta memperkuat konsolidasi organisasi. Komisariat merupakan bagian penting dari struktur HMI yang memiliki peran strategis dalam menjalankan proses kaderisasi dan menjaga keberlangsungan organisasi,” ujar Asaduddin.
TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM
Ia juga menekankan pentingnya membangun hubungan yang harmonis antara pimpinan komisariat dan pengurus cabang. Menurutnya, komunikasi yang baik, koordinasi yang berkelanjutan, dan kesamaan visi merupakan fondasi penting untuk mewujudkan organisasi yang solid, progresif, dan responsif terhadap dinamika mahasiswa.
“Soliditas organisasi tidak dapat dibangun hanya melalui struktur kepengurusan, tetapi harus diwujudkan melalui komunikasi yang terbuka, kerja sama yang berkelanjutan, dan komitmen bersama. Oleh karena itu, saya berharap Rapimkom ini menjadi titik penguatan hubungan antara komisariat dan cabang agar setiap agenda organisasi dapat berjalan secara terarah dan saling mendukung,” tambahnya.
Lebih lanjut, Asaduddin berharap seluruh pimpinan komisariat dapat menjadikan forum tersebut sebagai sarana untuk memperkuat koordinasi, menyampaikan aspirasi, serta mengidentifikasi berbagai tantangan organisasi yang membutuhkan perhatian bersama.
Ia menilai bahwa sinergi antara komisariat dan cabang perlu terus dipelihara agar HMI Cabang Banda Aceh mampu menjalankan fungsi organisasi secara optimal, khususnya dalam pengembangan kualitas kader, penguatan intelektualitas mahasiswa, dan pelaksanaan tanggung jawab keorganisasian.
Pelaksanaan Rapimkom ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam membangun komunikasi yang lebih intensif dan konsolidasi yang berkelanjutan di lingkungan HMI Cabang Banda Aceh. Dengan demikian, seluruh unsur organisasi dapat bergerak secara sinergis dalam mewujudkan tujuan HMI serta memperkuat kontribusinya bagi mahasiswa dan masyarakat.[*/Red]
